Tower Seluler di Inggris Dibakar Warga Gara-Gara Isu 5G Bisa Sebar Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Beredar isu bahwa jaringan seluler 5G disebut berperan dalam penyebaran virus Corona yang memicu terjadinya penyerangan terhadap sejumlah menara seluler di Inggris.

WowKeren - Pandemi virus Corona atau COVID-19 membuat resah warga dunia. Isu sekecil apapun yang beredar pastinya semakin menambah keresahan. Seperti baru-baru ini di Inggris, beredar isu bahwa jaringan seluler 5G disebut berperan dalam penyebaran virus Corona.

Isu ini memicu terjadinya penyerangan terhadap menara milik operator. Dilansir dari Engadget pada Minggu (5/4), bukan hanya menara saja, sejumlah teknisi dan insinyur beberapa operator tertentu juga menjadi sasaran kemarahan warga.


Dilaporkan bahwa para insinyur tersebut menerima ancaman verbal maupun fisik. Ini disebabkan oleh anggapan bahwa mereka juga berperan membantu pengembangan infrastruktur 5G.

Pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut masih belum diketahui. Namun menurut laporan, menara yang diserang warga kebanyakan justru 4G, bukan 5G.

Ancaman ini tidak hanya terjadi pada karyawan operator seluler, tapi juga perusahaan wired broadband. Faktanya 5G merupakan teknologi yang digunakan oleh layanan seluler. Perusakan menara terjadi di Birmingham, Liverpool, dan Melling di Merseyside.

Penyerangan disertai aksi pembakaran menara seluler di Inggris menuai kritik dari Stephen Powis yang merupakan petinggi National Health Service. Ia mengaku jijik karena jaringan telepon saat ini berperan krusial dalam kondisi darurat, terutama bagi pekerja medis. Para operator pun bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk menemukan pelaku.

Namun yang lebih parah dari serangan ini, isu 5G berperan dalam penyebaran virus Corona adalah hoaks. Gelombang radio tidak menciptakan virus penyebab COVID-19 sehingga tidak masuk akal jika itu bisa menyebar melalui jaringan seluler.

Hoaks ini rupanya telah beredar bahkan secara global. Berawal dari cuitan Twitter seorang penyanyi Amerika Serikat Keri Hilson yang memiliki 4,2 follower pada 18 Maret dan kemudian menjadi viral. Salah satunya mencoba menghubungkan virus Corona dengan 5G.

Keri Hilson menulis, "Orang-orang berusaha memperingatkan kita mengenai 5G selama bertahun-tahun. Petisi, organisasi, penelitian, apa yang kita lalui ini (virus Corona) adalah dampak radiasi. 5G diluncurkan di Tiongkok pada 1 November 2019. Orang-orang pun mati."

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts