Taiwan Sukses Hadapi Corona dan Tawarkan Bantuan Medis Picu Amarah Tiongkok
Dunia
Pandemi Virus Corona

Langkah Taiwan menawarkan bantuan masker dan bantuan medis ke negara-negara di dunia setelah sukses mengendalikan virus Corona mendapat reaksi keras dari Tiongkok.

WowKeren - Langkah pemerintah Taiwan mengontrol pandemi virus Corona mendapat pujian dari dunia. Kebijakan Presiden Tsai Ing Wen menghadapi pandemi membuktikan kredibilitas sistem kesehatan sekaligus mengangkat citra mereka di mata dunia.

Hingga Minggu (5/4), Taiwan melaporkan total 363 kasus positif dengan lima kematian. Kesuksesan mereka mendapat pengakuan luas, membuat mereka mendapat permintaan kerja sama dari 35 negara yang ingin mengetahui bagaimana mereka melawan virus Corona.


Sukses mengendalikan pandemi, Taiwan menawarkan bantuan masker dan bantuan medis ke negara-negara di dunia. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bahkan menyatakan bahwa Taipei merupakan teman sejati. Namun ini justru membuat Tiongkok meradang.

Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Hua Chunying menyatakan, Taipei dilarang untuk mengekspor masker. Hua menuding pemerintahan Tsai menggunakan "trik politik" untuk mendapat perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Hua Chunying juga menyindir bahwa pengusaha mereka mendonasikan bantuan medis tapi tidak menerima pengakuan. Seperti dilansir dari SCMP pada Minggu (5/4), Hua mengatakan sangat dibutuhkan dukungan serta bantuan dari semua komunitas internasional di tengah wabah COVID-19.

"Tetapi Taiwan dan AS harus diingatkan bahwa jika mereka memainkan trik politik dan menyakiti kepentingan China, mereka harus berhati-hati," ujarnya.

Hingga saat ini, Tiongkok masih menganggap Taiwan sebagai provinsi yang merupakan bagian dari negara mereka bahkan jika harus menggunakan kekerasan. Negara maupun organisasi internasional diwanti-wanti untuk tidak memberi dukungan terhadap Taiwan, termasuk WHO.

Presiden Tsai menjelaskan bahwa larangan ekspor telah dicabut. Ia mengatakan bahwa negaranya siap bekerja sama dan menekankan jika COVID-19 tidak segera teratasi, maka negaranya pun juga akan dalam bahaya.

Tsai mengungkapkan, "Pada tahap ini, kami akan menyumbangkan 10 juta masker untuk pekerja medis di negara yang paling parah terdampak virus corona."

Tak hanya itu, Tsai juga siap membagikan sistem karantina elektronik kepada mereka yang membutuhkan. Taipei menjanjikan setidaknya tujuh juta masker ke negara Eropa yang paling terdampak, termasuk Italia dan Spanyol.

Stephen Tan, presiden dari lembaga think-tank Cross-Strait Policy Association, mengatakan, "Karena itu, beberapa dari negara tersebut memandang akan sangat tidak adil jika menghalangi Taiwan bergabung dengan WHO."

(wk/chus)

You can share this post!

Related Posts