Warga Dunia Terancam Hidup ‘Physical Distancing’ Hingga Setahun Lebih Akibat COVID-19
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Dampak pandemi virus corona, masyarakat dunia terancam hidup dengan melakukan physical distancing hingga setahun lebih karena COVID-19. Simak penjelasan ini.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat dunia. Dilansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga Senin (6/4), kasus COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai lebih dari 1,1 juta di 208 negara.

Dampaknya, masyarakat dunia saat ini diimbau untuk menghindari keramaian publik dengan menerapkan physical distancing serta melakukan isolasi mandiri. Hal ini sebagai langkah untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

Tentunya metode pencegahan itu membuat kehidupan masyarakat mulai berubah. Pasalnya, orang-orang sudah tidak bisa lagi berkumpul bersama orang terdekat dan hal ini cukup mengancam roda perekonomian.

Seorang epidemiologis dari London School of Hygiene & Tropical Medice, Adam Kucharski telah memprediksi kapan physical distancing akan berakhir. Menurutnya, physical distancing yang diterapkan masyarakat dunia saat ini masih belum maksimal.


Saya pikir ide ini, bahwa jika Anda menutup sekolah dan menutup restoran selama beberapa minggu, Anda akan menyelesaikan masalah dan kembali ke kehidupan normal. Bukan itu yang akan terjadi," jelas Adam Kucharski seperti dilansir dari Vox, Senin (6/4). "Pesan utama yang tidak sampai ke banyak orang adalah berapa lama kita berada dalam hal ini."

Physical distancing sendiri disebutkan akan benar-benar selesai jika vaksin COVID-19 telah ditemukan. WHO dan sejumlah negara menyatakan jika pengembangan vaksin COVID-19 paling cepat diselesaikan dalam waktu satu tahun. Oleh sebab itu, masyarakat terancam harus melakukan physical distancing selama setahun atau lebih.

”Virus ini akan beredar, berpotensi dalam waktu satu atau dua tahun, jadi kita perlu memikirkan skala waktu tersebut," kata Adam Kucharski. "Tidak ada opsi yang baik di sini.”

”Setiap skenario yang bisa Anda pikirkan memiliki kelemahan yang sangat besar,” sambungnya. “Saat ini, tampaknya satu-satunya cara untuk mengurangi transmisi secara berkelanjutan adalah tindakan yang tidak memiliki patokan keberlanjutannya.”

Kucharski memberikan kunci sukses untuk melakukan physical distancing. Masyarakat diminta untuk melakukannya dengan sabar dan disiplin hingga virus corona mereda. Jika tidak, maka virus corona akan terus tumbuh dan mengancam kehidupan orang yang lebih rentan seperti orang tua dan punya riwayat sakit kronis.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts