Sejumlah Pendeta di AS 'Nekat' Rayakan Minggu Palma di Tengah Pandemi Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sejumlah pendeta di negara bagian Amerik Serikat tetap nekat menggelar perayaan Minggu Palma bersama-sama meski telah dianjurkan untuk melakukan ibadah online di tengah wabah corona.

WowKeren - Pandemi corona yang menyerang sejumlah negara membuat masyarakat dunia menerapkan social distancing demi menekan penyebaran virus COVID-19. Hal ini juga berlaku dalam menjalankan ibadah.

Namun, beberapa pendeta di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat (AS) bersikeras untuk tetap membuka pintunya untuk umat Kristiani merayakan Minggu Palma. Sayangnya, hal tersebut dinilai melanggar kebijakan pemerintah untuk melindungi orang-orang dari ancaman virus corona yang tingkat penularannya tinggi.

Padahal sebagian besar gereja telah melakukan pelayanan ibadah secara online. Seorang pendeta di Louisiana, Texas, Baltimore dan Ohio percaya bahwa langkah yang diambil pemerintah dalam melakukan social distancing mengancam hak konstitusional mereka untuk bebas berkumpul dan beribadah.

“Gereja adalah kekuatan terakhir yang melawan Antikristus," ujar Pastor Tony Spell dari Gereja Tabernakel Life di Central, LA dikutip dari Reuters. "Mari kita berkumpul terlepas dari apa yang dikatakan orang."

Spell sendiri telah didakwa dengan enam tuduhan melanggar larangan gubernur Louisiana terkait melakukan pertemuan besar. Sejumlah pendeta lain juga mengambil tindakan serupa meskipun hal tersebut melawan hukum di tengah kebijakan lockdown.


Seperti Gereja Baptis Lone Star di Lone Star, Texas yang mengadakan pelayanan di halaman parkirnya dan akan terus digelar hingga Minggu Palma nanti. "Setan berusaha memisahkan kita, dia berusaha agar kita tidak beribadah bersama," tulis Pastor Kelly Burton dalam unggahan Facebooknya. "Tetapi kami tidak akan membiarkan dia menang."

Dikutip dari The Associated Press, Pastor Alvin Gwynn Sr dari Gereja Baptis Persahabatan Baltimore juga mengatakan rencananya yang akan tetap menggelar kebaktian Paskah secara langsung. Bahkan setelah polisi berusaha menghentikan pelayanan di gerejanya yang dibatasi hingga 10 orang sesuai dengan pedoman negara.

Sementara itu Gubernur Ohio, Mike DeWine memohon untuk tidak menggelar pertemuan besar di tengah wabah. Hal tersebut disetujui oleh Gerja Besar Solid Rock.

Dimana mereka akan tetap mengadakan perayaan kebaktian Minggu Minggu bersama. "Kami setuju bahwa kita semua harus mematuhi perintah administrasi Gubernur DeWine dan kami mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan siapa pun yang datang ke Gereja Solid Rock," tulis mereka pada situsnya.

Gereja mengatakan bahwa layanan normal telah "diperkecil", semua kegiatan remaja dibatalkan, dan anggota yang lebih tua didorong untuk menonton layanan online di rumah.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts