Dokter Malaysia Sebut Kasus Corona di Indonesia Bagai Bom Waktu untuk Negeri Jiran, Kok Bisa?
Dunia
Pandemi Virus Corona

Seorang dokter Malaysia Musa Nordin mengatakan bahwa kasus Covid-19 yang saat ini menyerang Indonesia bisa menjadi bom waktu yang mempengaruhi kasus di Negeri Jiran. Kok bisa?

WowKeren - Seorang dokter Malaysia turut buka suara terkait penyebaran virus corona di Indonesia. Adalah Musa Nordin yang menyebutkan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia bisa menjadi bom waktu yang berpengaruh pada kasus corona di Negeri Jiran.

Hal ini disampaikannya dalam acara telivisi Malaysia yang diunggah pada akun Youtube pada Minggu (5/4) kemarin. "Saya risau ni Indonesia, Indonesia is a kind bomb. We just do't know again," kata Nordin.


Konsultan Spesialis Pediatri dan Pengobatan Rumah Sakit KPJ Damansara itu kemudian menjelaskan bahwa salah satu cara untuk mengurangi dan menangani covid-19 di Malaysia adalah dengan mengatur ketat masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. "Saya sarankan pada MKN (Majlis Keamanan Nasional), kita harus mengontrol perbatasan kita," ujarnya pada Nazri Kahar, presenter acara "Agenda Awani". "Kalau tidak, akan ada kasus besar covid-19 terjadi. Wallahua'lam."

Adapun langkah lain yang bisa diambil untuk memutus penyebaran virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut adalah pemerintah harus memberi contoh yang tepat kepada masyarakat. Sikap pemerintah yang terlalu santai bisa berpengaruh pada kepercayaan publik.

"Kalian bisa tunjukkan teladan. Itu penting, MKN harus memberi contoh, semua menteri harus kasih contoh yang baik," terangnya. "Kalau tidak kita akan gagal, kita telah gagal dari tingkat atas."

Selain itu, melakukan lockdown 100 persen kepada seluruh negara juga bisa menjadi salah satu cara yang ampuh untuk memutus mata rantai Covid-19. Sedangkan untuk orang-orang yang baru datang dari luar negeri seperti London, Italia, Iran, harus ditempatkan di ruang isolasi khusus dan tidak boleh bertemu dengan keluarga dahulu.

"Tiongkok telah menunjukkan bahwa isolasi dengan keluarga adalah sebuah kegagalan," pungkasnya. "Korea juga menunjukkan kegagalan isolasi tersebut. Amerika juga melakukan hal yang sama. Satu keluarga tujuh anggota, ayah pulang tularkan pada istri, anak laki-laki, dan anak perempuan."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts