Iflix Ikut Pangkas Jumlah Karyawan Gara-Gara Corona
Iflix
Dunia
Pandemi Virus Corona

CEO Iflix, Marc Barnett, menegaskan bahwa saat ini layanan streaming itu akan tetap fokus utuk mengarahkan bisnis mereka ke depannya usai melakukan sejumlah kebijakan demi kepentingan perusahaan.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) benar-benar memengaruhi banyak sektor industri. Bahkan wabah ini juga membuat sejumlah sektor lumpuh total, yang pada akhirnya berakibat pada kelangsungan nasib para pekerja.

Tak hanya Sephora yang baru saja memecat ribuan pekerjanya sekaligus, rupanya hal serupa juga terjadi pada perusahaan layanan streaming Iflix yang berpusat di Malaysia. Dilansir CNN pada Senin (6/4), Iflix rupanya mengonfirmasi bahwa mereka telah "merumahkan" 65 karyawan sekaligus karena krisis pandemi corona dan jatuh tempo pembayaran utang.


Diketahui, puluhan karyawan yang dirumahkan tersebut tersebar di berbagai lokasi. Hal itu dikonfirmasi oleh CEO Iflix, Marc Barnett dalam pernyataannya.

"Industri ini tidak kebal terhadap keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keputusan kami untuk mengurangi jumlah karyawan datang setelah pertimbangan yang cermat dan berkaitan dengan langkah penghematan, untuk memungkinkan perusahaan tetap bertahan di situasi yang tak pasti dan tak menentu ini," kata Barnett.

Lebih lanjut, Barnett juga menegaskan bahwa saat ini Iflix akan tetap fokus utuk mengarahkan bisnis mereka ke depannya sehingga mampu terus bertahan di tengah pandemi ini. "Kami tetap fokus dalam mengarahkan bisnis hingga mencapai break even pada 2021 dan langkah-langkah ini adalah bagian dari memastikan kami tetap berada di jalur tersebut dan dapat melewati tantangan ini," lanjutnya.

Selain itu, Barnett kemudian menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan semua yang bisa mereka lakukan untuk mendukung karyawan yang terkena dampak keputusan ini, baik secara profesional maupun pribadi. Pengumuman ini tentunya datang kurang dari dua pekan setelah SingTel mengumumkan mengajukan likuidasi atas layanan streaming Hooq, yang dimiliki bersama WarnerMedia dan Sony.

Sebelumnya, Iflix telah meminta pemegang saham yang ada untuk menyediakan modal tambahan, dan menyebut bahwa pemegang saham yang juga ikut mendirikan layanan itu, Catcha Group akan menyunting minimal USD 2 juta. Dalam surat kepada para pemegang saham, Iflix mengakui bahwa kondisi saat ini membuat rencana IPO pada Bursa Saham Australia tidak mungkin dilanjutkan pada pertengahan tahun nanti.

(wk/luth)

You can share this post!