Rumah Sakit Darurat Corona di Rusia Alami Kebakaran, Berikut Rincian Korban Tewas
EPA-EFE
Dunia
Pandemi Virus Corona

Kebakaran terjadi di konstruksi rumah sakit darurat khusus menangani pasien COVID-19 di Moskow. Hingga kini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut.

WowKeren - Kabar kurang sedap datang dari perkembangan kasus COVID-19 di Rusia. Pasalnya, rumah sakit darurat corona yang dibangun di Rusia mendadak terbakar pada Minggu (5/4) waktu setempat.

Dilansir CNN pada Selasa (7/4), kebakaran terjadi di konstruksi rumah sakit darurat khusus menangani pasien COVID-19 di Moskow. Satu orang dilaporkan tewas ketika api melahap tenda pekerja di lokasi tersebut.


Dikutip dari Straitstimes.com, sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun dikabarkan api berasal dari kompor yang berada di dalam salah satu tenda. Juru bicara Kementerian Darurat mengatakan kebakaran melahap konstruksi bangunan seluas 90 meter persegi tersebut.

"Tiga tenda terbakar. Satu orang meninggal," terang juru bicara tersebut.

Disebutkan pula bahwa bangunan rumah sakit darurat corona tersebut terletak di antara Desa Babenki dan Golokhcastovo di luar Moskow. Saat ini, pemerintah kota Moskow pun mau tak mau berupaya keras untuk merampungkan pembangunan fasilitas tersebut guna merawat pasien COVID-19. Rumah sakit ini rencananya bisa menampung sekitar 500 pasien di atas lahan seluas 43 hektare.

Diketahui, ada lebih dari 3000 pekerja yang dilibatkan dalam proyek darurat tersebut. Beberapa dari mereka tinggal di area konstruksi untuk mempercepat proses pembangunan.

Sementara itu, di tengah kabar kebakaran ini, Presiden Rusia Vladimir Putin tak bisa lagi melakukan peninjauan secara langsung. Hal ini lantaran pekan lalu ia sempat melakukan kontak langsung dengan Denis Protsenko, sang kepala rumah sakit khusus penanganan corona, yang ternyata belum lama ini dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.

Meskipun dinyatakan bahwa ia tak terinfeksi, namun juru bicara kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Putin akan melakukan kerja dari jarak jauh untuk meminimalisir kemungkinan tertular corona. "Presiden memilih untuk bekerja dari jarak jauh," tutur Dmitry Peskov dalam keterangan resminya.

Terlepas dari hal tersebut, hingga berita ini ditulis, Rusia telah mencatatkan sebanyak 6,343 kasus positif corona per Selasa (7/4). Jumlah ini bertambah ratusan kasus dalam kurun waktu 24 jam terakhir, dengan jumlah korban tewas menyentuh angka 47 orang, serta 405 lainnya dinyatakan sembuh.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts