Efisiennya Ikut Tes Covid-19 di Korsel: Dijemput Ambulans dan Hasil Keluar Tak Sampai Sehari
YouTube/jaehankim66
Dunia
Pandemi Virus Corona

YouTuber bernama Daud Kim yang baru saja pulang ke Korea Selatan dari Istanbul dihubungi petugas kesehatan untuk mengikuti tes corona (Covid-19). Ia pun membagikan pengalamannya mengikuti tes kesehatan yang efisien.

WowKeren - Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan kasus corona (Covid-19) tertinggi di dunia. Meski demikian, cara Korsel menangani pandemi corona ini kerap mendapat pujian dari dunia internasional.

Kini, seorang YouTuber bernama Daud Kim membagikan pengalamannya saat menjalani tes corona di Korsel. Ia merekam pengalamannya tersebut dan membagikan vlog tersebut ke kanal YouTube "Daud Kim" pada Minggu (5/4).


Awalnya, Daud menerima telepon dari Pusat Kesehatan Korsel. Daud ditanyai mengenai riwayat perjalanannya ke luar negeri. YouTuber tersebut menjelaskan kepada petugas kesehatan jika dirinya berangkat ke Istanbul dari Korsel pada 26 Februari 2020.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya melakukan transit di Qatar sebelum tiba di Istanbul. Petugas kesehatan tersebut lantas menjelaskan bahwa Daud tidak menunjukkan gejala saat tiba di bandara. Daud lantas dijadwalkan untuk mengikuti tes corona pada sore itu juga.

Karena Daud tidak memiliki mobil, maka petugas kesehatan pun mengirimkan ambulans untuk menjemputnya. "Aku pikir Korea adalah negara yang sangat baik. Sistem kesehatan di Korea tampaknya juga sangat maju. Luar biasa, aku cinta Korea," ujar Daud di dalam mobil ambulans.

Sesampainya di tempat tes, temperatur tubuh Daud langsung diperiksa oleh petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Setelah itu, petugas mengambil sampel dari hidung dan mulut Daud. Ia juga diminta untuk memberikan sampel dahak. Setelah itu, tes sudah selesai. Daud tampak takjub dengan cepatnya proses tes corona ini.

Setelah kembali ke rumah, Daud kembali mendapat telepon dari petugas kesehatan. Petugas tersebut menjelaskan bahwa ponsel Daud sudah terlacak melalui GPS, sehingga petugas akan tahu apabila Daud keluar rumah dan melanggar karantina 14 hari yang diwajibkan. "Jika kami mendapatimu keluar dari rumah sebanyak 2 kali, maka kami akan mengirimkan polisi," jelas petugas kesehatan kepada Daud.

Hasil tes Daud pun keluar dalam waktu tidak sampai sehari. Ia mengecek hasil tesnya melalui ponsel. "Pusat Kesehatan Publik Gwangseon-gu menginformasikan hasil tes anda adalah negatif," kata Daud membaca hasil tesnya.

Daud tampak lega saat mengetahui hasil tesnya negatif. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya akan menjalani karantina selama 14 hari di rumah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts