Ekuador Disebut Telantarkan Ratusan Mayat Pasien Corona, Presiden Minta Usut Tuntas
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Belum lama ini, beredar luas video dan foto yang menampilkan rumah sakit Ekuador yang kewalahan menangani pasien corona sehingga jasad korban dibiarkan di jalan, rumah, dan rumah duka.

WowKeren - Sejak awal bulan ini, Ekuador sempat menuai banyak kecaman lantaran dituding menelantarkan ratusan mayat pasien virus corona (COVID-19). Bahkan video dan foto tentang mayat yang ditelantarkan di pinggir jalanan Guayaquil, pusat penyebaran virus corona di Ekuador, pun sempat bertebaran di media sosial.

Terkait hal ini, Presiden Ekuador Lenin Mereno akhirnya buka suara dan memerintahkan penyelidikan atas video serta foto yang menampilkan sejumlah jasad pasien COVID-19 yang terlantar di negara tersebut. Diketahui, video dan foto yang beredar secara online tersebut menampilkan rumah sakit yang kewalahan sehingga jasad korban corona dibiarkan di jalan, rumah, dan rumah duka. Moreno mendapat banyak keluhan dari keluarga dan kerabat korban lantaran dianggap tidak memberi penanganan tepat.

Melalui akun Twitter pribadinya, Moreno menagaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan jasad-jasad tersebut terlantar begitu saja. "Kami tidak akan membiarkan siapa pun dimakamkan tanpa diidentifikasi. Korban adalah saudara-saudara kita yang berhak mendapatkan penghormatan terakhir yang layak," cuitnya pada Kamis (9/4) lalu.

Dikutip dari CNN, sebelumnya pejabat pemerintah Ekuador telah mengakui kesalahan mereka. Mereka mengaku telah bekerja tanpa lelah untuk mengakomodir para pasien dan jenazah yang meninggal karena COVID-19. Wapres Ekuador, Otto Sonnonenholzner, juga telah menyampaikan permintaan maaf atas mayat-mayat yang tergeletak di jalanan Guayaquil.


Di awal pekan lalu, pemerintah setempat mengumpulkan setidaknya 150 mayat dari jalanan dan rumah-rumah. Namun tidak diketahui berapa banyak mayat yang meninggal karena COVID-19.

Ekuador sendiri merupakan negara di Amerika Latin yang terinfeksi virus ini dalam tingkat yang paling parah setelah Brazil. Sebagai informasi, Brazil mencatat 18,176 kasus dengan 957 kematian dan 173 sembuh hingga Jumat (10/4).

Dilansir dari worldometers.info, hingga berita ini ditulis tercatat ada 4,965 kasus corona dengan total kematian sebanyak 272 jiwa dan 339 pasien dinyatakan sembuh.

Sementara itu, pihak pemerintah Ekuador berjanji akan terus mengupayakan pemakaman yang layak bagi para jenazah. Pemerintah menyediakan pemakaman yang berkapasitas sekitar 2.000 mayat.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts