Ratusan Dokter di Italia Tewas Demi Tangani Pasien Corona
Getty Images
Dunia
Pandemi Virus Corona

Pemerintah Italia sebelumnya diketahui memanggil para dokter yang sudah pensiun pada bulan Maret untuk membantu penanganan kasus infeksi virus corona yang semakin meningkat di negara tersebut.

WowKeren - Jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Italia makin membengkak. Tercatat, kasus COVID-19 di Italia telah menembus angka lebih dari 153,222 pasien, menyusul Amerika Serikat dan Spanyol. Bukan hanya itu, Italia juga tercatat sebagai negara dengan jumlah korban tewas akibat corona tertinggi di dunia, dengan 18,279 kasus yang dilaporkan.

Terkait melonjaknya angka kasus COVID-19 maupun korban yang meninggal, rupanya Italia juga melaporkan bahwa ada sekitar 100 dokter yang dinyatakan tewas usai merawat pasien corona. Laporan itu disampaikan oleh Asosiasi Kesehatan Italia FNOMCeO secara langsung.

"Sebanyak 100 dokter di Italia meninggal akibat virus corona. Mungkin sekarang menjadi 101," tutur juru bicara FNOMCeO dilansir AFP pada Jumat (10/4).

Jumlah total kematian tenaga medis di Italia termasuk dokter yang sudah pensiun dan bekerja lagi karena kebutuhan tenaga medis sangat tinggi. Pemerintah Italia sebelumnya diketahui memanggil para dokter yang sudah pensiun pada bulan Maret untuk membantu penanganan kasus infeksi virus corona yang semakin meningkat di Italia. Selain para dokter, media Italia juga melaporkan sebanyak kurang lebih 30 perawat dan asisten perawat juga tewas akibat COVID-19.

Kami tidak lagi bisa mengizinkan para dokter dan petugas kesehatan kami dikirim untuk 'berperang' tanpa perlindungan terhadap virus," kata presiden FNOMCeO, Filippo Anelli di situs asosiasinya.

Sementara itu, Lembaga kesehatan masyarakat ISS Roma memperkirakan bahwa 10 persen dari mereka yang terinfeksi virus corona baru di Italia bekerja dalam perawatan kesehatan.


Bukan hanya memanggil tenaga medis yang sudah pensiun, sebelumnya pihak pemerintah Italia juga mengerahkan ribuan dokter yang baru lulus untuk turun tangan. Apalagi federasi dokter nasional Italia juga melaporkan kematian 50 dokter akibat virus corona, yang membuat tenaga kesehatan di Italia semakin menipis.

Ribuan lulusan kedokteran di Italia menerima panggilan darurat pemerintah untuk membantu menangani pasien COVID-19. Bahkan pemerintah pun mempercepat prosedur pendaftaran kerja bagi lulusan kedokteran dengan meniadakan ujian rumah sakit dan meningkatkan jumlah dokter yang direkrut.

Direktur Penyakit Menular di S.S. Salvatore Hospital di L'Aquila, Dr. Alessandro Grimaldi, mengungkapkan perubahan prosedur perekrutan yang mendadak ini menandai perombakan besar pada sistem pendidikan Italia.

Pada umumnya, mahasiswa kedokteran di Italia diwajibkan menjalani masa residensi untuk menjadi seorang dokter spesialis dalam bidang tertentu. Terkadang, karena jatah penempatan yang minim, mahasiswa kedokteran biasanya dikirim ke luar negeri untuk menjalani masa residensi mereka.

Namun, dengan melonjaknya jumlah kasus dan angka kematian di Italia karena virus corona, para mahasiswa kedokteran yang baru lulus langsung diterjunkan ke garda terdepan darurat kesehatan.

Di sisi lain, negara-negara lain juga mencatat angka kematian tenaga medis yang besar seperti di pusat wabah pertama kali di Tiongkok, lalu Inggris, Spanyol, Prancis dan Iran. Berdasarkan data dari International Council of Nurses, Howard Catton selaku pejabat pimpinan eksekutif mengatakan, "Terdapat pula kematian di antara para perawat di Italia dan Spanyol, juga di Iran dan Indonesia. Beberapa dari mereka bahkan melakukan tindakan bunuh diri."

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts