Intip Bagaimana Robot Bisa Menjadi Pahlawan Dalam Perang Melawan Corona
Dunia
Pandemi Virus Corona

Sebelumnya, robot sempat dipandang sebagai pencuri pekerjaan karena perannya yang mulai menggantikan manusia. Namun di tengah pandemi corona, robot mulai dipandang sebagai pahlawan.

WowKeren - Robot kini menjadi salah satu pahlawan dalam perang umat manusia melawan virus corona (Covid-19) yang mematikan. Padahal sebelumnya robot sempat dipandang sebagai pencuri pekerjaan.

Diantaranya dapat dilihat dari satu tim robot yang merawat pasien di rumah sakit darurat di Wuhan, Tiongkok. Urusan mulai dari menyiapkan makanan, mengambil temperatur, hingga komunikasi ditangani oleh mesin. Salah satu robot yang digunakan bernama "Cloud Ginger", hasil produksi CloudMinds yang telah beroperasi di Beijing dan California.

"Robot tersebut menyediakan informasi yang berguna, percakapan yang, hiburan dengan tarian, dan mereka bahkan bisa memimpin pasien melakukan latihan peregangan," jelas Presiden CloudMinds, Karl Zhao, dilansir AFP pada Jumat (10/4) hari ini. "Rumah sakit smart tersebut sepenuhnya dijalankan oleh robot."

Tim medis kecil mengontrol robot di lapangan tersebut. Para pasien pun mengenakan gelang yang mengumpulkan data tekanan darah dan data penting lainnya. Klinik smart tersebut memang hanya menangani pasien untuk beberapa hari, namun mereka sudah bisa menunjukkan masa depan dimana para robot merawat pasien dengan penyakit menular, sementara para pekerja medis dapat menjaga jarak aman mereka.


Selain itu, sejumlah rumah sakit di Thailand, Israel, dan beberapa tempat lain juga telah menggunakan robot sebagai perantara bagi dokter dan pasien untuk melakukan konsultasi. Konsultasi tersebut dilakukan melalui video conference lewat robot tersebut.

Di Singapura, Alexandra Hospital menggunakan robot bernama BeamPro untuk mengirimkan obat dan makanan kepada pasien positif Covid-19 atau pasien suspect di ruang isolasi. Para dokter dan perawat dapat mengendalikan robot tersebut dari luar ruang isolasi menggunakan komputer. Mereka juga bisa berbincang dengan pasien melalui layar dan kamera yang ada.

Menurut Direktur Inovasi Kesehatan Alexandra Hospital, Alexander Yip, dengan adanya para robot ini, maka kontak dengan pasien dapat berkurang. Dengan begitu, risiko pekerja medis terpapar Covid-19 bisa menurun juga.

Tak hanya itu, mesin-mesin robot juga bisa digunakan untuk memindai keberadaan virus. Hal ini telah diterapkan di kapal pesiar Diamond Princess usai para penumpang yang terinfeksi Covid-19 dievakuasi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts