Anak Krakatau Erupsi, Bagaimana Kondisi Permukaan Laut Di Sekitar?
Nasional

Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi pada Jumat (10/4) malam. Lantas, bagaimana kondisi permukaan laut di sekitar salah satu gunung teraktif di dunia ini?

WowKeren - Gunung Anak Krakatau telah mengalami erupsi pada Jumat (10/4) malam. Erupsi ini terjadi hingga Sabtu (11/4) dini hari tadi. Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berada dalam status waspada.

Kondisi permukaan air laut di sekitar gunung ini juga dinyatakan cukup kondusif. Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan jika tak ada anomali perubahan permukaan air laut ketika Gunung Anak Krakatau erupsi.

Pernyataan ini diungkapkan berdasarkan hasil monitoring muka laut yang dilakukan BMKG. Pengamatan ini menggunakan Tide Gauge di Pantai Kota Agung, Pelabuhan Panjang, Binuangen, dan Marina Jambu, serta Radar Weda yang berlokasi di Kahai, Lampung dan Tanjung Lesung, Banten.

”Di dua lokasi itu (Tide Gauge dan Radar Wera) tidak terjadi anomali muka laut sejak 10 April 2020 pukul 22.00 tadi malam hingga pagi ini 11 April 2020 pukul 5.00 WIB," terang Daryono. “Erupsi Gunung Anak Krakatau tadi malam jug tidak memicu terjadinya gelombang tsunami.


Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau erupsi pada Jumat malam pukul 21.58 WIB. Erupsi ini menghasilkan kolom abu setinggi 657 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara. Pantauan PVMBG juga terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu pagi (11/4) pada pukul 05.44 WIB.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyatakan status Gunung Anak Krakatau di level II (Waspada) sejak 25 Maret 2019 lalu. Status itu mengalami peningkatan sejak 18 Juni 2018 dan diikuti rangkaian erupsi pada periode September 2018 hingga Februari 2019.

Meski erupsi kembali terjadi di 2020, BNPB masih enggan untuk menaikkan status level salah satu gunung teraktif di dunia ini. BNPB lantas meminta masyarakat untuk tidak perlu panik lantaran aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah mereda.

Seperti yang diketahui, terdapat empat level aktivitas gunung berapi. Level pertama adalah Normal (tidak ada perubahan secara visual dan seismik), kemudian level kedua Waspada (menunjukkan peningkatan aktivitas), lalu Siaga (terjadi peningkatan seismik secara intensif dan terlihat secara visual), dan terakhir adalah Awas (sedang dalam kondisi kritis dan dapat menimbulkan bencana).

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait