Kasus Terus Meningkat, Indonesia Mulai Kekurangan Dokter Tangani Corona
Reuters
Nasional

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah akan memberikan pelatihan dokter intensif pada mereka yang masih belajar. Saat ini ada sekitar lebih dari 2.600 peserta.

WowKeren - Jumlah pasien virus corona di Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal ini pun membuat dokter kewalahan.

Jumlah dokter yang menangani pasien positif corona pun juga semakin sedikit. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo. Jumlah dokter yang ada tidak sebanding dengan jumlah pasien yang harus ditangani, yang mana jumlahnya terus bertambah.

"Kekurangan dokter hari ini sudah mulai dirasakan di beberapa tempat yang pasiennya banyak," kata Doni setelah menggelar rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (13/4).

Sebagai langkah untuk mengatasi masalah ini, pemerintah akan memberikan pelatihan dokter intensif pada mereka yang masih belajar. Pemerintah juga akan memberikan surat tanda registrasi. Doni menyebut hingga saat ini ada sekitar lebih dari 2.600 peserta yang akan diberikan pelatihan.


"Solusi yang dapat kami lakukan, tadi sudah disampaikan," lanjut Doni. "Untuk memberikan surat tanda registrasi dan peningkatan pelatihan dokter intensif yang jumlahnya mencapai 2.635 orang dokter."

Tim medis menjadi garda terdepan dalam membantu penanganan pasien corona. Untuk itu, pemerintah memberikan penghargaan atas jasa-jasa mereka yang sudah berjuang di lapangan untuk merawat pasien.

"Perlunya kita memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para dokter, para perawat, dan tenaga kesehatan lainnya," terang Doni. "Sehingga penghargaan ini telah bisa meningkatkan semangat para dokter dan perawat dalam pengabdian yang terbaik kepada bangsa dan negara."

Para dokter tersebut berjuang tanpa mengenal lelah. Tak hanya waktu, tenaga dan pikiran, bahkan nyawa mereka juga dipertaruhkan ketika harus menangani pasien corona. Para tenaga medis justru menjadi orang yang paling rentan tertular virus ini mengingat setiap harinya mereka berjibaku merawat pasien corona. "Mereka telah mengorbankan waktu, pikiran, tenaga bahkan nyawa kepada kita semua," pungkas Doni.

Sementara itu, sejumlah tenaga medis yang menangani corona masih mengeluhkan kurangnya ketersediaan APD. APD menjadi perlengkapan yang penting demi keselamatan mereka saat menangani pasien corona.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait