Patung Yesus Kristus di Rio de Janeiro, Brasil dimodifikasi sedemikian rupa demi menyemangati dan mengapresiasi para tenaga medis yang berjuang di tengah wabah Corona.
- Elvariza Opita
- Selasa, 14 April 2020 - 18:16 WIB
WowKeren - Tenaga medis menjadi salah satu golongan masyarakat yang paling berisiko tinggi tertular penyakit COVID-19. Jasa mereka dalam mengatasi wabah virus Corona tentu tak bisa dipandang sebelah mata.
Untuk mengapresiasi jasa para tenaga medis, Patung Yesus Kristus di Rio de Janeiro, Brasil pun ikut "disulap". Baru-baru ini, patung yang menjadi ikon kota tersebut terlihat "berubah" sehingga tampak bak mengenakan seragam tenaga medis.
Tak hanya itu, patung tersebut juga terlihat "diselimuti" bendera dari beberapa negara yang merasakan dampak luar biasa dari wabah COVID-19. Kejadian unik ini dilakukan ketika memperingati paskah pada Minggu (12/4) waktu setempat.
Adalah seorang seniman lokal bernama Dom Orani Tempesta yang memiliki ide tersebut. Ia mengaku melakukan pertunjukan cahaya ini dalam rangka mengucapkan rasa terimakasihnya yang begitu besar bagi para tenaga medis.
Ucapan terimakasih dalam berbagai bahasa pun ditampilkan di patung tersebut. Di antaranya muncul pula foto-foto para tenaga medis yang mengenakan "pakaian perang" mereka, yakni alat pelindung diri (APD) dan masker.
Selain itu slogan bertajuk "Fique Em Casa" alias "Di Rumah Saja" juga diproyeksikan ke lengan patung tersebut. Aksi menakjubkan ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh para seniman setempat dalam membangkitkan semangat di tengah wabah Corona.
Sebelumnya, pada pertengahan Maret 2020, proyeksi cahaya dari bendera-bendera berbagai negara terdampak COVID-19 diarahkan ke patung tersebut. Selain itu, tagar #praytogether alias ajakan untuk berdoa bersama juga diproyeksikan ke patung setinggi 125 kaki tersebut.
Semangat dan apresiasi untuk tenaga medis memang tak henti mengalir di tengah wabah virus Corona ini. Pasalnya mereka lah yang berjasa besar dalam menangani jutaan penduduk yang sudah dikonfirmasi positif terinfeksi virus SARS-CoV-2.
(wk/elva)