Ratusan Ribu Warga Spanyol Kembali Bekerja Usai Pemerintah Longgarkan Lockdown
AP
Dunia

Perdana Menteri Pedro Sanchez menuturkan pencabutan pembatasan akan disesuaikan dengan parameter pemerintah berdasarkan tingkat penularan dan kapasitas sistem kesehatan Spanyol.

WowKeren - Pada hari Minggu (12/4) lalu, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, telah mengumumkan perihal pencabutan sejumlah aturan pembatasan wilayah alias lockdown meskipun ribuan kasus baru virus corona (COVID-19) masih ditemukan tiap hari. Menyusul pengumuman tersebut, kini ratusan ribu orang dilaporkan kembali bekerja di Madrid, Spanyol pada Senin (13/4).

Juru bicara pemerintah daerah Madrid mengatakan beberapa aturan lockdown telah dilonggarkan dan diterapkan secara progresif serta terstruktur. Pekerja, khususnya di sektor konstruksi dan manufaktur yang selama in dikarantina, kini telah diizinkan kembali bekerja.

Namun sejumlah usaha seperti toko, bar, restoran, dan bisnis lain yang dianggap tidak terlalu memegang peranan penting dalam roda perekonomian negara saat ini masih ditutup.

Kendati mulai memberikan kelonggaran, Perdana Menteri Pedro Sanchez sempat mengingatkan masyarakat jika pemerintah akan tetap waspada terhadap potensi pelanggaran. Pencabutan lockdown akan dilakukan secara bertahap hingga semua aktivitas berjalan normal.


Sanchez juga menuturkan pencabutan pembatasan akan disesuaikan berdasarkan parameter pemerintah berdasarkan tingkat penularan dan kapasitas sistem kesehatan Spanyol. Sang Perdana Menteri juga menegaskan pencabutan pembatasan ini tidak akan mempengaruhi progres pemerintah dalam memerangi pandemi corona. Pemerintah juga masih akan bertanggung jawab untuk memenuhi pasokan peralatan medis seperti masker dan APD.

"Kita bahkan tidak tahu normalitas seperti apa yang akan dilakukan nanti. Lockdown itu sulit, namun membuka melonggarkan hingga membukanya kembali juga akan sulit," ujar Shancez seperti dilansir dari CNN pada Rabu (15/4).

Meski demikian, keputusan pelonggaran lockdown ini tetap memicu kekhawatiran di sejumlah tempat. Serikat Buruh Umum Spanyol menyampaikan keprihatinan terhadap keselamatan mereka yang mulai kembali bekerja. Pengusaha juga diminta bertanggung jawab menyediakan peralatan perlindungan pribadi untuk para karyawan yang sudah mulai kembali bekerja.

Di sisi lain, keputusan pelonggaran lockdown ini diambil oleh pemerintah usai tingkat penularan dan kematian akibat COVID-19 di Spanyol terus melambat, terlepas dari tingginya kasus aktif yang menyentuh angka lebih 88 ribu. Diketahui, Minggu lalu Spanyol baru saja melaporkan angka kematian akibat virus corona yang mencapai 510 jiwa dalam sehari. Angka kematian ini menurun secara signifikan apabila dibandingkan dengan saat Spanyol melaporkan 950 kematian dalam sehari pada awal April lalu.

Sebelum mengumuman perihal pelonggaran aturan lockdown ini, pemerintah Spanyol telah merilis panduan bagi orang-orang yang akan kembali bekerja setelah aturan karantina nasional diperlonggar. Diketahui, mayoritas warga Spanyol telah bertahan di dalam rumah sejak pertengahan Maret akibat pandemi corona, hanya beberapa bisnis yang dianggap penting saja diizinkan beroperasi secara normal.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait