Australia dan Selandia Baru Tak Mau Cabut Lockdown Meski Kasus Corona Terus Menurun
Dunia

Dalam dua pekan terakhir, Australia dan Selandia Baru telah mencatat penurunan kasus COVID-19, setelah secara ketat melarang warga keluar rumah dan melakukan pertemuan publik.

WowKeren - Keputusan sejumlah negara di Eropa untuk melonggarkan kebijakan lockdown rupanya tak membuat Australia dan Selandia Baru turut "berminat". Pasalnya, kedua negara tersebut dengan tegas menolak usulan untuk melonggarkan lockdown meskipun angka kasus virus corona (COVID-19) terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan pihaknya masih butuh waktu beberapa pekan ke depan untuk mencabut kebijakan lockdown. "Kita harus bersabar menghadapi kondisi ini," kata Morrison.

Scott Morrison juga menekankan bahwa Singapura dan Korea Selatan telah memperlihatkan keberhasilan melawan pandemi corona, namun kedua negara tersebut kembali mencatat lonjakan kasus setelah melonggarkan aturan perjalanan maupun pembatasan lainnya.

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, juga mengatakan jika pelambatan kasus baru COVID-19 terkait dengan disiplin warga yang mematuhi aturan untuk menjaga jarak dan melakukan karantina mandiri. "Warga Australia melakukan dengan luar biasa, kami telah melihat kemajuan nyata," ujar Hunt.


Senada dengan Australia, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga menolak usul pelonggaran lockdown di negaranya. Menurutnya, warga Selandia Baru telah sukses menekan angka penyebaran COVID-19 selama beberapa waktu terakhir, dan ia tak ingin menyia-nyiakan hal tersebut maupun mengambil risiko besar dengan melonggarkan lockdown.

"Kami relatif sukses - saya tidak ingin menyia-nyiakan keberhasilan itu atas pengorbanan yang telah dilakukan oleh warga Selandia Baru," ujar Jacinda. "Tujuan kami harus berjalan lebih awal dan bekerja keras, sehingga kami bisa melonggarkan lockdown dengan percaya diri."

Dilaporkan bahwa dalam dua pekan terakhir, Australia dan Selandia Baru telah mencatat penurunan signifikan kasus penyebaran COVID-19. Hasil itu diperoleh setelah pemerintah secara ketat melarang warga keluar rumah dan melakukan pertemuan publik.

Pada Minggu (12/4) dan Senin (13/4) Australia melaporkan total penambahan kasus baru sebanyak 63 orang sehingga total menjadi 6,366 kasus. Penambahan tersebut merupakan kenaikan dua hari terendah selama sebulan terakhir.

Kasus COVID-19 di Selandia Baru juga dilaporkan mulai menurun drastis. Pada Selasa (14/4), Selandia Baru hanya mencatat delapan kasus baru sehingga total menjadi 1,072 kasus. Selandia Baru mencatat penambahan kasus harian terendah selama lebih dari tiga minggu terakhir.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait