Jadi Juara 1 Dalam Atasi Corona, WNI di Taiwan Buka-Bukaan Soal Efisiensi Negara Lawan Pandemi
Reuters/Ann Wang
Dunia

Dunia memuji kesigapan Taiwan dalam mengatasi wabah virus Corona. Kini, seorang WNI di Taiwan pun membagikan pengalamannya menghadapi pandemi COVID-19 di sana.

WowKeren - Taiwan kerap menuai pujian karena kesigapannya dalam menghadapi wabah virus Corona. Prestasi ini pun turut dibenarkan oleh seorang WNI yang tinggal di sana.

WNI yang tinggal di Kota Taichung, Taiwan itu pun berkenan membagikan kisahnya menghadapi wabah Corona di bawah koordinasi pemerintah Taiwan. Menurut Felicia (23), langkah penanganan COVID-19 di negara itu sangat efisien.

Bahkan pembatasan aktivitas atas rakyatnya nyaris tak ada. Semua kegiatan sehari-hari, termasuk bekerja, tetap terlaksana dengan normal sebagaimana mestinya.

"Yang sudah saya alami sampai saat ini, kita nggak ada work from home, kita benar-benar (beraktivitas) kayak biasa aja, nggak ada yang namanya jalanan sepi, saya menjalani hari-hari seperti biasa karena dari pemerintah sudah ada transparansi," ujar Felicia, dilansir dari Detik Travel, Kamis (16/4). "Jadi segala informasi (mengenai Corona) sudah terlihat jelas, gamblang langsung dari Kementerian Kesehatan di Taiwan."

Sikap "santai" ini, imbuh Felicia, tak lepas dari sikap pemerintah Taiwan yang langsung tegas usai ada satu warganya yang dicurigai terinfeksi virus Corona. Kala itu seorang warga Taiwan yang ternyata baru pulang dari Wuhan, Tiongkok langsung dirawat intensif setelah melaporkan kondisi kesehatannya. "Dia kembali dari Wuhan untuk mengajar, tapi untungnya pada waktu itu dia langsung melaporkan bahwa dia tidak enak badan," katanya.

Pemerintah pun terbuka soal pasien COVID-19 itu. Kepanikan atas fasilitas kesehatan tak bisa dielakkan, namun pemerintah sigap turun tangan sehingga kondisi itu teratasi.


"Pemerintah membuka konferensi pers umum pada 24 Januari untuk mengumumkan bahwa semua produsen dan juga perusahaan masker serta alkohol akan diambil alih oleh pemerintah," tuturnya. "Dan dilarang untuk mengimpor ke negara-negara lain."

"Masker hanya bisa dibeli di apotek resmi Taiwan. Kita bisa beli masker dan itu pun kita bisa beli dua minggu sekali dan kita hanya dapat 9 pieces saja," imbuhnya. Namun yang berhak mendapatkan fasilitas pembelian masker seperti ini hanya yang memiliki kartu asuransi kesehatan nasional (NHI Card), atau semacam BPJS Kesehatan bila di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga langsung memperpanjang masa libur musim dingin. "Nggak lama kemudian, pada awal Februari juga pemerintah telah memberlakukan aturan baru bahwa semua kunjungan turis dari China, Hong Kong dan juga Macau akan dibatalkan dan dilarang untuk masuk ke Taiwan," sambungnya.

Belakangan kebijakan melarang turis dari wilayah-wilayah tertentu itu makin ditegaskan oleh pemerintah. Termasuk diantaranya Indonesia. Larangan dicabut khusus bagi mereka yang merupakan WN Taiwan atau memiliki kartu residensi.

Felicia juga mengatakan, di Taiwan, orang-orang mendapatkan pelayanan medis yang maksimal. Mereka juga diimbau untuk melapor ke rumah sakit bila mengalami gejala sakit.

Namun di luar berbagai efisiensi itu, Felicia menegaskan bahwa kunci cepatnya penanganan wabah COVID-19 di Taiwan tidak lepas dari sikap pemerintah yang transparan ke masyarakat. Di sisi lain, pemerintah juga sangat tegas, bahkan sampai menerapkan berbagai denda, demi mencegah warga bandel selama masa-masa pencegahan penularan virus Corona.

"Pemerintah selalu membuka konferensi pers terbuka, termasuk ecara detail menjelaskan langkah-langkah pemerintah dalam menanggulangi tertularnya COVID-19 ini," pungkasnya. "Jadi semuanya jelas, transparan, dan akhirnya masyarakat nggak akan takut dan nggak akan terjadi yang namanya panic buying, dan sebagainya."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait