Korsel 'Panen' Kasus Corona Dari Pasien Sembuh, Pernyataan Soal Imunitas Jadi Sorotan
Getty Images/AFP/Jung Yeon-je
Dunia

Banyaknya kasus terinfeksi dari pasien corona yang sembuh di Korea Selatan membuat pertanyaan soal imunitas kembali muncul. Pasalnya, para ahli sempat menyatakan bahwa pasien yang telah sembuh disebut memiliki daya tahan terhadap virus tersebut.

WowKeren - Korea Selatan telah berhasil menekan pertambahan kasus baru virus corona di negaranya. Menurut data worldofmeter, pada Jumat (27/4), total pasien corona di Korsel kini telah mencapai 10.635 dengan jumlah korban jiwa sebanyak 230 dan yang sembuh sebanyak 7.829 orang.

Sayangnya, beberapa pasien yang sebelumnya dinyatakan sembuh dari virus COVID-19 itu kini kembali terinfeksi. Hingga Kamis (16/4) kemarin, total ada 141 orang yang dinyatakan kembali positif corona oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC).

Wakil direktur KCDC Kwon Joon-wook mengatakan bahwa pihaknya masih belum mengetahui penyebab para pasien yang sembuh tersebut bisa kembali terinfeksi. Ia pun akan melakukan penyelidikan akan hal itu.

Kwon juga mengatakan bahwa pemerintah sedang mempelajari sampel dari pasien untuk menentukan apakah kasus tersebut dapat menular. Kwon mengatakan penelitian akan memakan waktu sekitar dua minggu dari hari ini. "Pekerja KCDC kami bekerja siang dan malam untuk mengumpulkan sampel dan melakukan studi," kata Kwon.

Sementara itu, KCDC memperkirakan bahwa kasus ini lebih condong ke arah kambuh atau "re-aktivasi" pada virus. Kambuh dapat berarti bahwa sebagian virus masuk ke suatu keadaan tidak aktif untuk sementara waktu atau mungkin pasien mungkin memiliki kondisi tertentu yang membuat sistem kekebalan tubuh mereka lemah dan rentan terserang virus.


Sebuah studi yang dilakukan oleh dokter di Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa virus corona dapat merusak limfosit T, juga dikenal sebagai sel T, yang memainkan peran sentral sistem kekebalan tubuh dan kemampuan untuk melawan infeksi. Seorang ahli virus di Korea University College of Pharmacy, Kim Jeong-ki membandingkan kekambuhan setelah perawatan dengan pegas yang patah setelah ditekan.

"Ketika Anda menekan pegas itu menjadi lebih kecil, maka ketika Anda melepaskan tangan Anda, pegas itu muncul," katanya. Sekalipun pasien ditemukan kambuh dan belum terinfeksi kembali, hal ini merupakan sinyal tantangan baru dalam penyebaran virus tersebut.

"Otoritas kesehatan Korea Selatan masih belum menemukan kasus di mana pasien yang terinfeksi kembali menularkan ke pihak ke tiga," terang Seol Dai-wu, seorang ahli dalam pengembangan vaksin dan seorang profesor di Universitas Chung-Ang. "Namun, jika hal itu sampai terjadi maka akan menjadi masalah besar."

Perlu diketahui bahwa pasien corona di Korea Selatan dinyatakan sembuh setelah mereka mendapatkan hasil negatif pada kedua tes yang dilakukan dalam 48 jam. Sementara itu, tes RT-PCR yang digunakan di Korea Selatan secara umum dianggap akurat oleh para ahli.

"Tes RT-PCR memiliki akurasi 95%. Ini berarti masih ada 2-5% dari kasus-kasus yang terdeteksi positif palsu atau positif palsu," kata Kim.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait