Jadi 'Teman Setia' di Rumah Saat Corona, Saham Amazon-Netflix Cetak Rekor Tertinggi
Dunia

Saham Netflix dan Amazon yang naik hingga rekor tertinggi di tengah pandemi corona ini membuat bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, naik pada akhir perdagangan Kamis (16/4).

WowKeren - Saham Amazon Inc (AMZN.O) dan Netflix Inc (NFLX.O) melonjak ke rekor tertinggi di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Hal ini membuat bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, naik pada akhir perdagangan Kamis (16/4).

Tercatat, saham Amazon naik 4,4 persen, sedangkan Netflix naik 2,9 persen. Hal ini tak lepas dari Amazon dan Netflix yang menjadi "teman setia" untuk masyarakat selama kebijakan Stay At Home diberlakukan imbas pandemi corona.

Sebagai perbandingan, saham Dow Jones Industrial Average naik 33,33 poin, atau 0,14 persen, menjadi 23.537,68. S&P 500 naik 16,19 poin, atau 0,58 persen menjadi 2.799,55; dan Nasdaq Composite menambahkan 139,19 poin, atau 1,66 persen, menjadi 8.532,36.

Selain itu, sentimen lain yang turut berpengaruh adalah penutupan di New York yang diperpanjang hingga 15 Mei. Perpanjangan ini dilakukan bahkan ketika jumlah pasien rawat inap yang berhubungan dengan virus corona dan jumlah kematian turun ke level terendah dalam lebih dari seminggu.


Meski demikian, pasar saham dalam perdagangan masih tak pasti karena adanya kekhawatiran soal dampak pandemi corona pada kuartal pertama. Investor sendiri tetap mengkhawatirkan dampak krisis kesehatan pada ekonomi dan perusahaan.

Analis sendiri memperkirakan bahwa pendapatan untuk perusahaan S&P 500 merosot 12,8 persen pada kuartal pertama. Ini akan menjadi penurunan triwulanan terbesar dari tahun ke tahun sejak krisis keuangan.

"Kami tidak akan melihat pemulihan berbentuk V, dan saya pikir investor pada akhirnya akan menyadari hal itu," tutur Alan Lancz, Presiden Alan B. Lancz & Associates Inc, sebuah perusahaan penasihat investasi yang berbasis di Toledo, Ohio. "Jadi terlalu dini untuk memanggil bagian bawah dalam saham pada tahap ini."

Sementara itu, pandemi corona juga menimbulkan banyaknya pengangguran. Namun, data menunjukkan bahwa klaim pengangguran turun sedikit menjadi 5,2 juta pada minggu lalu dari 6,62 juta yang direvisi minggu sebelumnya.

Jumlah total klaim pengangguran selama sebulan terakhir juga masih mencapai angka menakjubkan, yakni 20 juta. Melansir Reuters, ekonom memperkirakan ada 5,1 juta klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 11 April.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait