Sekawanan singa liar di Taman Nasional Kruger tampak santai merebahkan diri di jalanan seolah berjemur lantaran tak ada kendaraan yang melintas selama masa lockdown diberlakukan. Seperti apa?
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 18 April 2020 - 09:27 WIB
WowKeren - Kebijakan penguncian wilayah alias lockdown yang diterapkan di sejumlah negara untuk menekan angka penularan virus corona (COVID-19) rupanya membuat sejumlah hewan liar turun ke jalan yang sepi. Hal inilah yang terjadi di Afrika Selatan.
Dilansir BBC pada Sabtu (18/4), sebuah pemandangan tak biasa muncul di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan. Pasalnya, sekawanan singa liar tampak santai merebahkan diri di jalanan seolah berjemur lantaran tak ada kendaraan apapun yang melintas selama masa lockdown diberlakukan.
Potret singa-singa yang sedang asyik rebahan ini dibagikan oleh penjaga taman nasional tersebut, Richard Sowry, yang kebetulan sedang berpatroli pada Rabu (15/4) waktu setempat. Richard Sowry lantas membagikan sejumlah potret tak lazim tersebut melalui akun media sosial Taman Nasional Kruger.
Sowry menjelaskan bahwa saat ia mengemudi di dekat Camp Orpen Rest pada Rabu sore, ia melihat singa di depan jalannya dan ia pun berhenti dengan jarak sekitar 5,5 meter. Ketika Sowry mengabadikan momen tersebut dengan kameranya, kawanan singa itu tampak sama sekali tidak terganggu. Beberapa di antaranya malah terlihat tidur nyenyak.
"Singa-singa itu sudah terbiasa dengan orang-orang di kendaraan," jelasnya. "Semua hewan punya lebih banyak rasa takut naluriah dari orang-orang yang berjalan kaki, jadi jika aku berjalan, mereka tidak akan pernah membiarkan aku begitu dekat."
Richard Sowry juga mengatakan bahwa biasanya ia hanya melihat singa-singa tidur di jalan-jalan taman pada malam di musim dingin, untuk menghangatkan diri di aspal jalanan yang menyimpan panas cukup banyak dari terik sinar matahari. Oleh karena itu, fenomena ini cukup menarik untuk dibagikannya pada semua orang.
"Biasanya mereka (singa) di semak-semak karena lalu lintas, tetapi mereka sangat cerdas, dan sekarang mereka menikmati kebebasan taman tanpa kita," lanjutnya.
Taman Nasional Kruger sendiri telah ditutup sejak 25 Maret lalu sebagai bagian dari kebijakan lockdown di Afrika Selatan, sama seperti taman-taman margasatwa lainnya. Lockdown di Afrika Selatan juga diperpanjang selama dua munggu sejak Rabu (15/4) lalu.
"Semua orang menyadari pentingnya lockdown dan penjaga (taman nasional) tetap bertugas," kata petugas media Isaav Phaala. "Untuk memelihara infrastruktur, dibutuhkan sedikit kerja sehingga ketika taman dibuka, kami tidak memulai dari awal," lanjutnya.
(wk/luth)