Setengah Miliar Orang Terancam 'Miskin', Begini 3 Skenario Nasib Penduduk Indonesia Imbas Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pandemi virus corona diprediksi akan menyebabkan setengah miliar orang jatuh miskin, begini penjelasan kemungkinan nasib penduduk Indonesia berdasarkan tiga skenario.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) tidak hanya mengancam nyawa manusia saja. Wabah yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok ini juga telah menghantam perekonomian dunia.

Dilansir dari Reuters, sekitar setengah miliar orang di dunia diprediksi akan jatuh dalam kemiskinan imbas dari pandemi. Prediksi tersebut berhasil riset dari organisasi nirlaba asal Inggris yang berfokus pada pembangunan penanggulangan bencana dan advokasi, yakni Oxfam.


Oxfam dalam hasil riset tersebut juga membuat sejumlah skenario yang mendukung prediksinya. Mereka mencatat jika prediksi garis kemiskinan yang akan terjadi dihitung berdasarkan data Bank Dunia. Ini didefinisikan hidup dengan US$1,90 per hari atau kurang, hingga garis kemiskinan yang lebih tinggi dengan penghasilan kurang dari US$5,50 per hari.

Terhitung, dalam skenario yang parah jika pendapatan kontraksi sebesar 20 persen, maka jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem akan meningkat dari 434 juta orang menjadi 1,2 miliar orang di seluruh dunia. Sedangkan jumlah orang yang hidup di bawah ambang batas US$5,50 per hari naik 548 juta orang menjadi hampir 4 miliar orang.

Riset ini juga mengungkapkan pandemi virus corona akan membuat krisis ekonomi datang dengan begitu cepat dan parah, melebihi krisis keuangan tahun 2008. “Krisis ekonomi yang berlangsung dengan cepat lebih krisis keuangan 2008," tulis hasil riset seperti dilansir dari Reuter.

Lantas bagaimana nasib Indonesia mengenai prediksi tersebut? Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad menyampaikan jika Indonesia memang akan menjadi salah satu negara yang turut menyumbang angka kemiskinan di dunia.

Oleh sebab itu, Indonesia memang sudah sepatutnya untuk waspada terhadap kenaikan angka kemiskinan. “Saya kira betul, kalau jumlah yang terdampak saya sependapat dengan perkiraan BIN," kata Tauhid seperti dilansir dari Detik, Jakarta pada Sabtu (18/4).

Pemerintah Indonesia sendiri telah membenarkan adanya potensi penambahan angka kemiskinan di Tanah Air. Penambahan ini berdasarkan skenario-skenario yang dibuat pemerintah terkait dampak wabah corona. Diprediksi, orang miskin di Indonesia akan bertambah sekitar 1,1 juta hingga 3,78 juta orang semasa pandemi berlangsung.

Sementara itu, CORE Indonesia dalam riset memprediksi adanya penambahan angka pengangguran di Indonesia mulai dari 4,25 juta orang sampai 9,35 juta orang. Penambahan ini dihitung berdasarkan skenario yang dibuat oleh lembaga riset in dan akan terjadi di kuartal II-2020.

”Lonjakan pengangguran ini akan mendorong peningkatan angka kemiskinan,” jelas Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah. “Mereka yang tadinya masuk kelompok hampir miskin, mendekati miskin, sangat besar kemungkinannya jatuh ke kelompok miskin. Sementara yang sudah miskin akan menjadi sangat miskin.”

CORE Indonesia lantas menghitung dampak virus corona kepada masyarakat melalui tiga skenario, yaitu versi ringan, sedang, dan berat. Dalam skenario ringan, ada tambahan 4,25 juta orang pengangguran di mana 3,4 juta orang berada di Pulau Jawa.

Skenario ringan tersebut mengandalkan asumsi jika penyebaran COVID-19 semakin luas pada Mei 2020 tetapi tidak sampai memburuk. Hal ini kemungkinan bisa terjadi jika kebijakan PSBB hanya diterapkan di wilayah tertentu di Pulau Jawa dan satu dua kota di luar Jawa.

Selanjutnya, sekenario sedang memprediksi akan ada tambahan 6,68 juta orang pengangguran di mana 5,06 juta orang berada di Pulau Jawa. Hal ini dengan mengandalkan asumsi jika penyebaran COVID-19 lebih luas dan kebijakan PSBB diberlakukan luas di banyak wilayah di Pulau Jawa dan beberapa kota di luar Jawa.

Sedangkan skenario terberat dan terburuk adalah ada tambahan 9,35 juta orang pengangguran di mana 6,94 juta orang berada di Pulau Jawa. Hal ini bisa terjadi jika penyebaran COVID-19 tak terbendung lagi dan kebijakan PSBB diberlakukan secara luas baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa, dengan standar yang sangat ketat.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts