Israel Disebut Jadi Negara Paling Aman Saat Pandemi Corona, Ini Sebabnya
AP
Dunia

Berdasarkan survei Deep Knowledge Ventures, Israel disebut menjadi negara teraman saat wabah corona berlangsung usai meraih skor 632,32 dari 76 kriteria parameter yang diterapkan. Apa saja?

WowKeren - Wabah virus corona (COVID-19) telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Meski demikian, ada satu negara yang dinobatkan sebagai negara paling aman saat pandemi ini berlangsung, yakni Israel.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Deep Knowledge Ventures, Israel disebut menjadi negara teraman saat wabah corona berlangsung usai meraih skor 632,32 dari 76 kriteria parameter yang diterapkan. Di antaranya adalah jumlah perkembangan kasus COVID-19, angka kematian, ukuran geografis dan demografi, kapasitas rumah sakit, serta keahlian medis.

Sementara kriteria tambahan lainnya adalah GovTech atau sistem e-goverment dan kemampuan pertahanan Israel. Secara keseluruhan Deep Knowledge menilai Israel memiliki keunggulan, setidaknya untuk saat ini sebagai negara teraman di pandemi COVID-19.

"Negara ini relatif kecil, terorganisir dengan baik, dan sistem manajemen GovTech mereka cukup efisien diterapkan secara nasional," kata Dmitry Kaminskiy, mitra pengelola Deep Knowledge Ventures.

Disebutkan pula bahwa pada 1 April lalu Singapura berada di peringkat kedua dalam daftar ini, kemudian disusul oleh Jerman, Hong Kong, Taiwan, Jepang, dan beberapa negara lainnya. Kaminskiy kemudian menambahkan bahwa peringkat ini dapat berubah dari waktu ke waktu.


Photo-INFO

Lalu pada 12 April susunannya berubah. Peringkat kedua dihuni Jerman dan disusul Korsel di urutan ketiga. Australia dan Tiongkok masing-masing berada di posisi 4 dan 5, diikuti Selandia Baru, Taiwan, Singapura, Jepang, dan Hong Kong di 10 besar. Israel sendiri masih mempertahankan posisi puncak. Semua negara-negara itu memiliki sistem perawatan kesehatan yang mumpuni.

Kaminskiy berpendapat, Israel yang telah mengalami perang selama puluhan tahun punya keuntungan ekstra untuk menyegel perbatasan, menggerakkan sumber daya, dan menghadapi setiap ancaman geopolitik yang mungkin timbul dari pandemi. Kaminskiy juga mengatakan sektor teknologi yang berkembang baik dan tingkat disiplin sosial dapat menghasilkan tingkat keselamatan yang tinggi.

Israel sendiri menerapkan aturan karantina yang ketat untuk para warganya. Pemerintah Israel menutup semua sekolah, melarang pertemuan lebih dari 10 orang, menyerukan warga untuk tetap di rumah, dan menggunakan pengawasan anti-terorisme berteknologi tinggi untuk melacak kasus COVID-19.

Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, Israel telah mencatatkan sebanyak 12,982 kasus COVID-19. Dari jumlah tersebut, 151 korban dinyatakan meninggal dan 3,126 pasien telah sembuh.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait