Ratusan Petugas Medis Di India Tewas Demi Tangani Pasien Corona
AP
Dunia

Disebutkan bahwa sumber utama infeksi bukan dari bangsal perawatan pasien virus corona tetapi dari bangsal nonCOVID-19. Hal itu karena para staf medis yang bekerja di bangsal nonCOVID-19 tak memiliki APD.

WowKeren - Jumlah kasus positif corona (COVID-19) di India makin membengkak. Tercatat, kasus COVID-19 di India telah menembus angka lebih dari 14 ribu. Terkait melonjaknya angka kasus COVID-19 maupun korban yang meninggal, rupanya India juga melaporkan bahwa ada sekitar 200 dokter yang dinyatakan tewas usai merawat pasien corona.

Dikutip dari India Today pada Senin (20/4), Wakil Presiden Masyarakat Penelitian Klinis Keperawatan, Swati Rane, mengatakan bahwa sumber utama infeksi bukan dari bangsal perawatan pasien virus corona tetapi dari bangsal nonCOVID-19. Menurutnya, para staf medis yang bekerja di bangsal nonCOVID-19 tidak memiliki APD.

"Sumber utama infeksi hari ini bukanlah bangsal COVID-19 tetapi bangsal nonCOVID-19, ruang operasi, dan ruang gawat darurat di rumah sakit. Staf yang bekerja di sana tidak memiliki Alat Pelindung Diri (APD), berbeda dengan mereka yang bekerja di bangsal COVID-19," tutur Swati Rane.

Rane mengatakan, pasien dengan gejala virus corona yang mengunjungi bangsal nonCOVID-19 dapat menimbulkan risiko lain dan bisa menjadi carrier atau pembawa virus. Banyak dari mereka biasanya datang tanpa gejala dan melakukan kontak dengan staf medis yang bekerja di bangsa nonCOVID-19.


"Mereka kemudian pergi ke bangsal lain dan bertemu dengan staf rumah sakit lain, dan tidak tahu bahwa mereka pembawa. Banyak perawat tinggal di asrama. Mereka bahkan menonton TV bersama. Bahkan jika salah satu dari mereka terinfeksi, itu membuat semua orang rentan terhadap virus corona," tambah Rane.

Pada 5 April, lima organisasi yang mewakili pekerja medis menulis surat kepada komisioner kota Mumbai, Praveen Pardeshi. Mereka menyatakan keprihatinannya atas peningkatan infeksi virus corona di kalangan petugas kesehatan di kota tersebut.

Sementara itu, India telah mencatatkan sebanyak 17,615 kasus corona hingga kini. Dari jumlah tersebut, 559 korban dinyatakan meninggal dunia, dengan 2,854 yang dikonfirmasi sembuh.

Sedangkan Mumbai menjadi episentrum alias pusat penyebaran virus corona di India, dengan lebih dari 2,000 kasus dan lebih dari 100 kematian. Sejauh ini, India sendiri memiliki kasus aktif sebanyak 14,202.

Di sisi lain, negara-negara lain juga mencatat angka kematian tenaga medis yang besar seperti di pusat wabah pertama kali di Tiongkok, lalu Italia, Inggris, Spanyol, Prancis dan Iran. Berdasarkan data dari International Council of Nurses, Howard Catton selaku pejabat pimpinan eksekutif mengatakan, "Terdapat pula kematian di antara para perawat di Italia dan Spanyol, juga di Iran dan Indonesia. Beberapa dari mereka bahkan melakukan tindakan bunuh diri."

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait