Tolak 'Diam di Rumah', Presiden Brasil Ikut Aksi Protes Anti-lockdown
Dunia

Presiden Brasil Jair Bolsonaro turut bergabung dalam aksi penolakan lockdown yang digelar pada Minggu (20/4) waktu setempat. Ia bahkan turut berorasi bersama 600 warga menyampaikan ketidak setujuannya.

WowKeren - Presiden Brasil Jair Bolsonaro bergabung dengan ratusan demonstran dalam aksi menolak kebijakan berdiam diri di rumah yang diterapkan para gubernur negara bagian di tengah pandemi corona pada Minggu (19/4) lalu. Padahal kebijakan yang ditetapkan oleh para gubernur secara mandiri ini demi menekan penyebaran virus COVID-19.

"Saya berada di sini karena saya percaya pada kalian dan kalian semua ada di sini karena percaya pada Brasil," kata Bolsonaro saat berorasi di depan sedikitnya 600 pedemo.

Demonstrasi itu berlangsung di depan markas militer Brasil di Ibu Kota Brasilia. Para demonstran meminta intervensi militer untuk menangani penyebaran pandemi dan menutup Kongres. Beberapa dari mereka membawa poster bertuliskan "intervensi militer dengan Bolsonaro".

Dalam orasinya, Bolsonaro tidak menanggapi permintaan massa pedemo untuk mengerahkan intervensi militer dan menutup Kongres. Ia berorasi diselingi batuk sesekali.


"Kalian semua harus berjuang untuk negara Anda," kata Bolsonaro dikutip dari BBC. "Percaya pada presiden kalian untuk melakukan apa yang perlu dilakukan sehingga kita dapat menjamin demokrasi dan apa yang paling kita sayangi, kebebasan kita."

Seperti yang diketahui, Bolsonaro menjadi salah satu dari sedikit pemimpin negara yang tak setuju dengan kebijakan karantina dan penutupan wilayah (lockdown) dalam menangani penyebaran corona. Menurutnya, kebijakan karantina merupakan bentuk 'pembumihangusan' yang dapat menghancurkan perekonomian negara.

Presiden yang merupakan mantan anggota militer itu berulangkali mengutuk penerapan karantina wilayah yang diberlakukan oleh sejumlah gubernur di Brasil, termasuk Gubernur Sao Paulo dan Gubernur Rio de Janeiro. Kedua provinsi itu merupakan wilayah terpadat di Brasil.

Meski mendapatkan penolakan keras dari Presiden Bolsonaro, Negara Bagian Sao Paulo dan Rio de Janeiro tetap berusaha mempertahankan kebijakan karantina parsial dan memperpanjangnya.

Sementara itu, hingga kini Brazil tercatat memiliki 38.654 kasus corona dengan 2.462 kematian. Sementara itu, Brasil memiliki setidaknya 200 juta penduduk.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait