Para dokter di Wuhan mengungkapkan semakin banyaknya kasus dimana seseorang sudah pulih dari virus corona, namun tes yang mereka jalani selalu menunjukkan hasil positif tanpa ada gejala.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 22 April 2020 - 16:22 WIB
WowKeren - Seorang pasien yang positif terjangkit virus corona (Covid-19) di Wuhan, Tiongkok, menangis di hadapan konselor psikologis karena dirinya tidak kunjung sembuh. Pasien pria tersebut pertama kali dinyatakan positif Covid-19 pada awal Februari 2020 dan tak kunjung sembuh hingga kini.
Sebelumnya, pasien tersebut telah dirawat di 2 rumah sakit yang berbeda sebelum akhirnya dipindahkan ke sebuah pusat karantina. Tempat karantina tersebut berada di kompleks apartemen yang terletak di area industri Wuhan.
"Aku benar-benar sudah tidak tahan," ujar pasien tersebut dilansir Reuters pada Rabu (22/4). Pasien tersebut mempertanyakan mengapa tes yang dijalaninya terus menunjukkan hasil positif selama lebih dari 2 bulan ini.
Hal ini rupanya juga masih menjadi misteri bagi para dokter di Tiongkok. Para dokter di Wuhan mengungkapkan semakin banyaknya kasus dimana seseorang sudah pulih dari virus, namun tes yang mereka jalani selalu menunjukkan hasil positif.
Orang-orang dalam kasus semacam itu juga disebut sudah tidak menunjukkan gejala. Misteri tersebut kini menjadi salah tantangan terbesar Tiongkok saat mereka sudah bergerak ke fase baru pertempuran penahanan Covid-19.
Pasien-pasien tersebut juga sempat dites negatif terhadap virus corona setelah dinyatakan sembuh. Namun kemudian mereka kembali dinyatakan positif, kata para dokter, beberapa di antaranya hingga 70 hari kemudian. Beberapa juga ada yang dinyatakan kembali positif 50-60 hari kemudian.
Prospek orang yang tetap dinayatakan positif Covid-19, dan karena itu berpotensi menular, pun menjadi perhatian internasional. Namun pejabat kesehatan Tiongkok sejauh ini masih belum melaporkan adanya pasien yang kembali positif dan menginfeksi orang lain. Karena pengetahuan yang dimiliki tentang seberapa menularnya pasien-pasien ini terbatas, para dokter di Wuhan pun menjaga mereka agar tetap terisolasi lebih lama.
Nasib para pasien jangka panjang ini lantas menunjukkan seberapa banyak hal yang masih belum diketahui tentang Covid-19. Dokter Tiongkok menyebut bahwa virus corona baru ini tampaknya mempengaruhi orang yang berbeda dengan berbagai cara.
Tiongkok sendiri belum melaporkan jumlah pasti pasien yang masuk dalam kategori ini. Namun laporan di Reuters dan media lainnya mengindikasikan setidaknya ada lusinan kasus seperti itu.
(wk/Bert)