Peneliti menemukan bahwa virus Corona bisa bertahan di selaput mata selama berhari-hari lamanya, bahkan setelah dinyatakan sembuh. Berikut penjelasan lengkapnya.
- Elvariza Opita
- Kamis, 23 April 2020 - 16:17 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu para ahli kesehatan sudah mengaitkan gejala peradangan mata atau konjungtivitis dengan pasien positif COVID-19. Namun baru-baru ini ada fakta baru terungkap dari kaitan konjungtivitis dengan COVID-19.
Studi terbaru menyebut virus Corona itu bisa bertahan di selaput mata sampai selama 20 hari. Hal ini terungkap dari rekam medis seorang pasien positif berusia 65 tahun di Italia, yang juga merupakan kasus perdana di negara tersebut.
Selama 20 hari berturut-turut, virus itu terus ditemukan di selaput mata sang pasien. Bahkan lama-kelamaan pihak rumah sakit memperkirakan mikroba penyebab penyakit itu sudah memperbanyak diri di selaput mata sang pasien.
"Kami menemukan cairan selaput mata pasien terinfeksi SARS-CoV-2 mungkin juga mengandung virus tersebut," ujar tim peneliti, seperti dilansir dari New York Post, Kamis (23/4). "Hal ini membuat mata berpotensi menjadi sumber penularan penyakit."
Dalam perkembangannya, virus ini sempat dinyatakan negatif keberadaannya pada hari ke-21. Namun kondisi ini hanya bertahan selama 7 hari sebelum kembali terdeteksi lewat metode polymerase chain reaction (PCR).
Bahkan virus yang berada di mata itu bisa bertahan lebih lama ketimbang yang berada di saluran pernapasan. "RNA SARS-CoV-2 bisa dideteksi di swab cairan mata walaupun sudah tak terdeteksi selama beberapa hari di swab tenggorokan," tuturnya.
Penemuan ini sekaligus menekankan perihal pentingnya memastikan tangan dalam kondisi bersih sebelum menyentuh bagian wajah. Termasuk hidung, mata, dan mulut. Selain itu cuci tangan secara rutin sesuai dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merupakan kunci pencegahan penyebaran virus.
Sebelumnya para ilmuwan terus melakukan penelitian terkait sifat-sifat biologis virus tersebut. Beberapa fakta mencengangkan yang baru saja terungkap adalah perihal virus Corona yang sudah bermutasi menjadi 30 jenis baru hingga virus Corona yang kian lama menunjukkan sifat virulensi bak HIV.
(wk/elva)