Di tengah kabar soal kondisi kesehatan Kim Jong Un yang dikabarkan kritis, Mike Pompeo mengatakan AS akan terus berupaya melakukan denuklirisasi Korea Utara, tak peduli siapa pun yang berkuasa di negara tersebut.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 24 April 2020 - 12:05 WIB
WowKeren - Amerika Serikat (AS) rupanya akan terus berupaya melakukan denuklirisasi Korea Utara, tak peduli siapa pun yang berkuasa di Pyongyang. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, di tengah spekulasi tentang kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang dikabarkan tengah kritis usai menjalani operasi jantung.
Dikutip dari The Jakarta Post pada Jumat (24/4), ketika ditanya dalam sebuah wawancara, Pompeo mengatakan dia telah bertemu dengan Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un. Para pakar menilai Kim Yo Jong dapat menjadi penerus Kim Jong Un, menyusul peningkatan jabatannya dalam hierarki baru-baru ini.
"Saya memang memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya (Kim Yo Jong) beberapa kali, tetapi tantangannya tetap sama - tujuannya tetap tidak berubah - siapa pun yang memimpin Korea Utara," kata Pompeo.
Dalam lanjutan keterangannya, Mike Pompeo juga "memperbarui" janji AS untuk membawa rakyat Korea Utara ke "masa depan yang lebih cerah" jika kepemimpinan negara itu menyerahkan senjata nuklirnya. "Mereka harus di-denuklirisasi. Kita harus melakukannya dengan cara yang dapat kita verifikasi. Tidak peduli siapa yang memimpin Korea Utara," katanya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru mengatakan bahwa informasi soal kondisi kesehatan Kim Jong Un tidaklah benar. "Saya rasa laporan tersebut tidak benar, biarkan saya mengatakannya demikian. Saya dengar mereka (Korea Utara) menggunakan dokumen-dokumen lama (soal kondisi kesehatan Kim)," ujar Trump.
Terlepas dari hal tersebut, baru-baru ini Kim Jong Un diketahui melewatkan perayaan ulang tahun sang kakek, Kim Il-Sung pada 15 April lalu. Hal itu menimbulkan spekulasi terkait kondisinya. Sebab, perayaan hari jadi mendiang sang kakek, pendiri negara, merupakan salah satu hari libur nasional paling penting di Korea Utara.
Sementara itu, Daily NK yang mengutip sumber-sumber internal melaporkan, Kim sedang beristirahat dan menjalani pemulihan di sebuah vila di daerah resor Gunung Kumgang, Hyangsan. Dia sebelumnya telah menjalani operasi kardiovaskular pada 12 April di sebuah rumah sakit.
Menurut Daily NK, kesehatan Kim telah menurun dalam beberapa bulan terakhir. Kim dikenal sebagai perokok berat, dan mengalami obesitas. Selain itu, dia terlalu banyak bekerja sehingga kurang istirahat.
(wk/luth)