Presiden Jokowi hingga saat ini masih belum mencari pengganti dari 2 stafsusnya yang mengundurkan diri. Koordinator Stafsus Presiden mengatakan bahwa Jokowi masih fokus untuk penanganan COVID-19 di Indonesia.
- Nidya Putri
- Selasa, 28 April 2020 - 13:50 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo mengaku belum berencana untuk mencari pengganti Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra usai mundur dari posisi staf khusus (stafsus) beberapa waktu lalu. Seperti yang diketahui, Belva mengundurkan diri pada 22 April lalu usai terjerat polemik Ruangguru sebagai mitra Kartu Pra Kerja.
Tak berselang lama, Andi juga mengundurkan diri usai menyurati camat terkait kerja sama dukungan relawan Amartha yang merupakan perusahaannya dalam menanggulangi wabah COVID-19.
"Sampai saat ini belum ada rencana dari presiden untuk mengangkat stafsus baru," ujar Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana melalui pesan singkat, Senin (27/4).
Ari mengatakan, Jokowi saat ini masih fokus pada penanganan COVID-19 yang belum reda di Indonesia. Selain itu, pengangkatan stafsus sepenuhnya menjadi kewenangan presiden. "Pengangkatan stafsus presiden adalah kewenangan penuh presiden yang disesuaikan dengan kebutuhan beliau menjalankan tugas-tugas kepresidenan," katanya.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, CEO Ruangguru Belva dan CEO Amartha Mikro Fintek Andi merupakan bagian dari tujuh stafsus milenial yang ditunjuk Jokowi pada November 2019. Adapun kelima stafsus lainnya adalah Putri Tanjung, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Billy Mambrasar, dan Aminuddin Maruf.
Sayangnya, Belva dan Andi memutuskan untuk mengundurkan diri usai polemik yang muncul di masyarakat. Jokowi sendiri disebut telah menerima dan memahami pengunduran diri Belva dan Andi. Ia meyakini keduanya akan sukses di bidangnya masing-masing meski tak lagi menjabat sebagai stafsus.
(wk/nidy)