Media sosial dihebohkan dengan video tarian peti jenazah yang baru-baru ini beredar untuk menyindir orang yang masih nekat keluar rumah di tengah pandemi Corona.
- Wahyu
- Rabu, 29 April 2020 - 15:03 WIB
WowKeren - Beberapa waktu belakangan, meme dancing pallbearers atau coffin dancers tengah fenomenal di berbagai jejaring sosial, terutama TikTok dan Twitter. Keunikan ritual dan tarian para pria berjas dari Afrika ini sukses menarik perhatian para pengguna internet di berbagai belahan dunia.
Kehebohan ini diawali dengan munculnya sebuah meme foto beberapa pria dengan kostum serba hitam berpose bersama dan diberi tulisan, 'Tinggal di rumah atau menari bersama kami'. Rupanya, meme yang muncul itu menyindir mereka yang masih suka keluar rumah di tengah karantina mandiri untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau COVID-19.
Ternyata, para pria berkulit hitam ini disebut sebagai pallbearer, pasukan pembawa peti jenazah di Ghana yang beritanya sempat viral pada 2017 lalu. Aksi mereka yang membawa peti sembari asyik berjoget inilah yang membua publik penasaran dengan kisah dibalik tarian tersebut. Tarian peti jenazah ini diketahui dipimpin oleh pria bernama Benjamin Aidoo.
Melansir Yahoo!berita dari laman BBC, Rabu (29/4), para pallbearer menawarkan layanan membawa peti mati yang diiringi dengan musik dance dan berbagai tarian flamboyan seru. Untuk keluarga almarhum yang ingin menggelar pemakaman yang berbeda dalam arti lebih ceria, pasukan pallbearer ini menawarkan aksi penampilan yang benar-benar berbeda.
"Saya memutuskan untuk menambah koreografi supaya ketika klien datang ke kami, kami tinggal menanyakan kepada mereka: 'Kamu ingin pemakaman yang serius atau ingin ada penampilan?'" kata Benjamin Aidoo selaku ketua.
Menggunakan setelan jas dan topi berwarna hitam, lengkap dengan kacamata hitam, para pallbearer berjoget diiringi dengan musik riang gembira dan penabuh drum yang berbaris di belakang mereka. Di bagian depan, terdapat komandan yang memimpin mereka dengan membawa tongkat layaknya pemimpin pasukan drumband atau marching band. Peti mati yang mereka gotong pun terkadang diletakkan di bahu dan diangkat naik dan turun sesuai dengan gerakan tarian dan alunan musik.
"Orang-orang ini, ketika mereka membawa orang tersayangmu ke tempat peristirahatan terakhirnya, mereka juga sambil menari. Jadi aku memutuskan untuk memberikan ibuku perjalanan penuh tarian saat ia diantar menghadap Sang Pencipta," ujar Elizabeth Annan, wanita yang ibunya baru saja meninggal dan peti matinya dibawa oleh para pallbearer di hari pemakaman.
Karena hal ini, Aidoo telah memberikan pekerjaan pada lebih dari 100 pria dan wanita. Katanya, ini adalah caranya untuk menurunkan tingkat pengangguran di daerah tempat tinggalnya. Ia juga berinvestasi besar untuk membeli kostum bagi para timnya.
Di Ghana sendiri, pemakaman adalah sebuah acara sosial yang begitu penting. Dan dengan pasukan penari pallbearer yang popularitasnya terus bertambah, semakin banyak keluarga yang menyewa mereka untuk mengantar almarhum orang tersayang ke peristirahatan terakhir dengan cara yang lebih bergaya.
(wk/wahy)