PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memberi layanan untuk menjadwal ulang tiket haji dan umroh yang sudah dibeli oleh pelanggan. Hal ini buntut penutupan Arab Saudi karena wabah virus corona.
- Nidya Putri
- Kamis, 30 April 2020 - 13:17 WIB
WowKeren - Wabah corona membuat Pemerintah Arab Saudi menutup sementara negaranya. Serta menolak umat Muslim dari seluruh dunia untuk ibadah Umrah dan Haji.
Meski begitu, Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menyatakan jika tiket umroh dan haji dapat dilakukan penjadwalan ulang. Ia menegaskan tidak akan ada pihak yang dirugikan dalam hal ini.
"Umroh dan haji, travel dan kami sepakat tidak ada yang dirugikan, semua tiket bisa di-reschedule dan tidak ada lagi deposit untuk haji," ujar Irfan dalam rapat kerja virtual dengan Komisi VI DPR, Rabu (29/4). Pernyataan Irfan tersebut usai mendapatkan pertanyaan dari anggota Komisi VI Melani Suharli terkait tiket yang sudah dibayar untuk umroh dan haji apa bisa di-reschedule tanpa batasan waktu.
"Bagaimana dengan tiket yang sudah ditransfer untuk umrah dan haji, apakah akan berlakukan sampai kapan atau ada kebijakan-kebijakan yang lain," tanya Melani. Ia juga menyinggung soal mafia dalam penjualan tiket Garuda untuk umroh.
Pasalnya, beberapa penyelenggara haji harus membeli tiket ke Arab Saudi lewat beberapa agen terlebih dahulu. "Terkait dengan mafia tiket di Garuda, waktu lalu terkait dengan pembelian tiket kenapa harus melewati agen lain," ujar Melani.
Menjawab pertanyaan tersebut, Irfan menegaskan tidak ada praktik tersebut. Dia mengatakan pihaknya pernah menjajakan tiket lewat agen tertentu, namun bukan mafia.
"Di umrah tidak ada mafia, strateginya dulu hanya ke beberapa agen saja, itu sesuatu yang nampaknya tidak diminati oleh agen travel yang lain," terangnya. "Ketika jual ke agen tersebut kami menjual di bawah biaya kami, sehingga mengalami kerugian untuk penerbangan umrah."
(wk/nidy)