Inul Daratista membagikan cerita perjuangan masa lalu saat masih hidup susah. Inul rupanya mengaku hanya punya harapan sederhana saat sudah mencapai kesuksesan.
- Wahyu
- Senin, 04 Mei 2020 - 14:18 WIB
WowKeren - Inul Daratista merupakan salah satu penyanyi dangdut Tanah Air yang namanya sudah tenar hingga ke luar negeri. Kemampuan olah vokal yang laur biasa ditambah sikap profesionalnya di dunia hiburan membuat Inul mampu mempertahankan popularitasnya hingga saat ini. Hal itu tentu saja merupakan hasil kerja keras dan pengalaman hidupnya selama ini.
Melalui salah satu postingan terbaru di akun sosial media miliknya, Inul pun menceritakan kehidupan masa lalunya yang serba memprihatinkan. Bahkan Inul juga mengaku bahwa orang tuanya sering berhutang untuk memberi makan anak-anak mereka.
"Ketika dulu aku miskin tdk punya apa2,bapak cuma penjahit kampung yg penghasilannya tdk seberapa,cukup buat makan sehari itupun klo ada yg jahitin baju,klo tdk terpaksa aku dan emak ngutang di toko beras. biasa hidup prihatin,makan juga metik daun kelor di kebon org, dgn tempe kukus sepotong,terkadang makan telor dadar yg cuma 2 butir di goreng lebar sekali di bagi 7 org aku ibu bpk dan adik2," tulis Inul pada Minggu (3/4).
Inul mengaku sudah merasakan beragam penderitaan saat harus bekerja keras sejak usia muda. Meski sabar dan legowo dengan keadaanya saat itu, Inul mengaku tidak ingin terus hidup menderita. Inul bertekad untuk sukses dan merubah keadaannya.
"Aku tdk malu tapi tdk bisa menerima keadaan ini sampe aku gede, aku hrs merubah nasib !! org tdk punya,cuma bisa membayangkan saja, emak jd tukang cuci, jualan kacang tanganku sampai luka krn tiap hari ngupasin kacang yg sdh di tuangin air panas,jualan nasi bungkus ,jualan rokok pinggir jalan raya setelah pulang sekolah, smua sdh aku jalani," lanjut juri "D'Academy" tersebut.
Kesuksesan yang diraihnya kini nyatanya tidak membuat Inul lupa diri. Inul masih ingat bahwa tujuan awalnya bekerja keras mencapai kesuksesan adalah untuk memperbaiki nasib keluarga dan menjadi bermanfaat bagi orang lain.
"Tapi ketika sekarang smua bisa kuraih,aku bukan org yg serakah. Smua yg aku punya hrs ada kegunaannya,bukan buat pamer2. Aku tdk pintar bergaul. Hidupku hanya kerja. Hasilnya aku nikmati buat bocahku yg cuma 1 .1nya. Tapi ketika aku punya,hal pertama yg ingin kulakukan membuat makmur emak bapakku,keluargaku kerabatku,ketika sekelilingku sdh bisa merasakan hasil cristalisasi keringatku baru aku tenang," jelasnya.
Inul mengaku senang dan merasakan kepuasan tersendiri saat dirinya bisa bermanfaat bagi orang lain. Oleh karena itu, saat sudah sukses seperti sekarang, Inul mengaku ingin selalu menolong dan berguna bagi orang lain.
(wk/wahy)