Laporan ini datang sehari setelah Gubernur Texas, Greg Abbott, mulai melonggarkan sejumlah aturan pembatasan sosial pada Jumat lalu dan mengizinkan bioskop kembali beroperasi.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 06 Mei 2020 - 08:17 WIB
WowKeren - Angka penyebaran virus corona (COVID-19) di Texas rupanya kembali melonjak sepanjang akhir pekan lalu, tepat setelah pemerintah negara bagian AS tersebut melonggarkan kebijakan pembatasan sosial dan mengizinkan sejumlah bioskop untuk kembali beroperasi.
Dikutip dari Deadline pada Rabu (6/5), kasus infeksi virus corona di Texas pada akhir pekan lalu mencapai 1,293 jiwa, yang sekaligus menjadi tingkat penularan tertinggi kedua dalam sehari di negara bagian tersebut. Bukan hanya itu, ini juga merupakan kali pertama Texas mencatat lebih dari 1.000 kematian dalam tiga hari berturut-turut.
Laporan ini datang sehari setelah Gubernur Texas, Greg Abbott, mulai melonggarkan sejumlah aturan pembatasan sosial pada Jumat lalu. Dengan kelonggaran ini, Texas kembali membuka bioskop dan sejumlah bisnis lainnya, meskipun diimbau untuk tetap menerapkan protokol keselamatan guna mencegah penularan COVID-19.
Dilaporkan bahwa sejumlah jaringan bioskop, seperti Cinemark, AMC, dan Alamo Drafthouse memutuskan untuk tetap tutup demi mencegah penyebaran virus corona, mengingat pandemi ini belum sepenuhnya berakhir di Texas. Namun beberapa jaringan bioskop lainnya seperti Evo Entertainment dan Santikos Entertainment, mencoba membuka usaha mereka pada akhir pekan lalu.
Saat ini, Texas sendiri telah mencatatkan sebanyak 34,238 kasus positif COVID-19. Dari jumlah tersebut, ada 960 pasien yang dinyatakan meninggal dan 16,613 lainnya dikonfirmasi sembuh. Saat ini, masih ada 1,228 kasus aktif di Texas. Jumlah ini sekaligus membuat Texas menempati posisi kesembilan sebagai negara bagian AS dengan angka COVID-19 tertinggi.
Di sisi lain, wabah corona memang berdampak besar pada industri perfilman, termasuk bioskop di berbagai negara yang harus ditutup selama pandemi berlangsung. Hal ini akhirnya menyebabkan penurunan pendapatan di box office dan sampai sekarang tak ada yang tahu kapan tepatnya penyebaran virus ini dapat segera dikendalikan.
Pemerintah AS sebenarnya telah memberikan suntikan dana sebagai ganti rugi pada sejumlah jaringan bioskop yang ditutup selama masa pandemi corona. Disebutkan bahwa pemerintah memberikan bantuan dana sebesar USD 2 triliun (sekitar Rp32,5 kuadriliun).
"Dengan perjanjian ini, bioskop dapat berharap untuk membuka kembali dan sekali lagi melayani komunitas mereka," kata National Association of Theatre Owners dalam sebuah pernyataan pada Maret lalu. Paket bantuan ini akan membentuk dana jaminan pinjaman yang memungkinkan bagi pelaku bisnis kala tidak memiliki pemasukan untuk membayar biaya rutin.
Dampak bantuan itu juga berpengaruh pada penangguhan pajak upah karyawan. Komponen utama dari paket bantuan ini adalah peningkatan tunjangan pengangguran, termasuk asuransi pengangguran yang diperluas empat bulan, serta peningkatan pembayaran mingguan sebesar USD 600 dan melonggarkan persyaratan kelayakan untuk pekerja paruh waktu.
(wk/luth)