Tiongkok menerapkan relaksasi pembatasan perjalanan setelah pandemi corona mulai mereda di negara tersebut. Sejumlah tempat wisata lokal pun kembali dibuka sebagian.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 06 Mei 2020 - 09:29 WIB
WowKeren - Sejumlah tempat wisata lokal di Tiongkok kembali dibuka usai pandemi corona (COVID-19) di sana mulai mereda. Pekan Hari Buruh, yakni musim liburan di awal bulan Mei, lantas membuat banyak turis domestik 'balas dendam' dan kembali memenuhi tempat wisata yang populer di Tiongkok.
Terhitung sejak 1 Mei 2020 lalu, Tiongkok telah mencatat hampir 104 juta perjalanan turis domestik dalam waktu 4 hari. Menurut Kementerian Budaya dan Pariwisata Tiongkok, pendapatan yang dihasilkan selama periode tersebut mencapai 43,23 miliar yuan (sekitat USD 6,12 miliar).
Lonjakan ini terjadi usai Tiongkok menerapkan relaksasi pembatasan perjalanan imbas meredanya pandemi corona. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok sendiri melaporkan hanya ada 1 kasus COVID-19 yang datang dari luar negeri pada Senin (4/5) dan tidak ada transmisi lokal.
Sebanyak 124 tempat wisata populer di Beijing mendapat 1,89 juta orang pengunjung hanya dalam waktu 3 hari, yakni dari tanggal 1 Mei hingga 3 Mei lalu. Jumlah ini melonjak naik sebanyak 58,5 persen jika dibandingkan dengan periode liburan Festival Qingming pada awal April 2020 lalu.
Salah satu tempat wisata populer di Beijing, Museum Istana atau yang juga dikenal sebagai Kota Terlarang, kembali dibuka sebagian sejak Jumat (1/5) pekan lalu. Tempat wisata ini sebelumnya telah ditutup selama lebih dari 3 bulan karena pandemi corona.
Para turis yang hendak datang ke Kota Terlarang kini harus membuat reservasi online sebelum kunjungan, dan jumlah pengunjung harian dibatasi hingga 5 ribu orang. Seluruh tiket Kota Terlarang yang berjumlah 25 ribu untuk 5 hari tersebut langsung ludes terjual hanya dalam waktu 12 jam usai berita pembukaan kembali dirilis.
"Saat liburan Festival Qingming saya sudah mengikuti tur Kota Terlarang yang diadakan secara livestreaming," ungkap salah satu turis yang bernama Liu, dilansir China.org pada Rabu (6/5). "Saat saya mendengar (Kota Terlarang) kembali dibuka, saya tidak bisa menunggu untuk segera keluar rumah dan datang ke sana secara langsung."
Di sisi lain, otoritas Tiongkok telah mendesak agar pembukaan kembali sejumlah lokasi wisata ini dilakukan dengan aman dan tertib. Sejumlah hal yang harus dipastikan adalah mengendalikan arus penumpang, mencegah berkumpulnya kerumunan, menerapkan sistem reservasi, hingga meningkatkan kesadaran publik tentang pencegahan dan pengendalian epidemi.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok baru-baru ini juga mengeluarkan surat edaran berisi sejumlah syarat untuk tempat wisata yang kembali beroperasi. Di antaranya adalah jumlah pengunjung harian tidak boleh lebih dari 30 persen kapasitas keseluruhan, dan situs wisata dalam ruangan harus tetap ditutup di tengah epidemi.
(wk/Bert)