Turki Catat Lebih dari 5 Ribu Pasien COVID-19 Sembuh dalam Waktu 24 Jam, Ini Rahasianya
AP
Dunia

Peningkatan pesat pasien sembuh di Turki ini lantaran adanya model layanan kesehatan yang menitikberatkan pada perencanaan, ketahanan, dan komitmen selama menghadapi pandemi. Apa saja?

WowKeren - Turki dilaporkan terus mengalami penurunan jumlah kasus virus corona (COVID-19) dan peningkatan pesat dalam total pasien yang sembuh. Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, mengatakan sejauh ini ada 86,166 pasien yang telah pulih, dan sebanyak 5,015 di antaranya dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir.

Selain mengumumkan perihal lonjakan pasien sembuh, Koca juga membahas soal angka kematian akibat COVID-19 yang bertambah 64 jiwa dalam 24 jam. Tentunya, hal ini menjadi penurunan yang sangat signifikan bagi Turki selama pandemi berlangsung.

"Angka kematian akibat COVID-19 bertambah menjadi 3,461, setelah 64 kematian dilaporkan dalam 24 jam," kata Fahrettin Koca.

Sementara itu, Turki juga mencatat 1,614 kasus baru, sehingga totalnya bertambah menjadi 127,659. Fahrettin Koca juga mengatakan bahwa 35,771 tes dilakukan selama satu hari terakhir, dengan jumlah keseluruhan tes mencapai 1,17 juta.


Perkembangan pesat jumlah pasien sembuh di Turki ini disebutkan akibat model layanan kesehatan yang menitikberatkan pada perencanaan, ketahanan, dan komitmen selama menghadapi pandemi. Sistem kesehatan Turki berhasil menangani pandemi dengan baik, melalui manajemen krisis yang efektif dan infrastruktur kuat hasil pembangunan selama dekade terakhir.

Selain itu, faktor lain adalah peralatan medis maupun pengujian COVID-19 di Turki yang memadai. Sementara banyak negara Eropa membutuhkan lebih banyak APD (alat pelindung diri) dan tidak dapat menyediakan peralatan yang cukup untuk tenaga medis, Turki memproduksi APD sendiri dan memberikan masker kepada warga negaranya dan penduduk resminya secara gratis.

Turki juga meluncurkan situs web di mana warga negara dan penduduk resminya dapat mendaftar untuk menerima lima masker bedah per minggu. Masker itu kemudian dikirim ke rumah mereka oleh layanan pos nasional secara gratis.

Pengujian COVID-19 di Turki juga dilaporkan jauh lebih tinggi daripada banyak negara Eropa. Sejak melaporkan kasus COVID-19 pertama pada 11 Maret, Turki telah melakukan lebih dari 800 ribu tes. Ini membuat peringkat Turki menjadi nomor tujuh di dunia dalam hal pengujian COVID-19.

Tak hanya itu, meskipun jumlah kasus COVID-19 meningkat di Turki, mencapai hampir 120 ribu, tingkat hunian ICU di rumah sakit masih belum mencapai 70 persen. Turki tercatat memiliki jumlah tempat tidur ICU terbesar per 100 ribu orang dibandingkan kebanyakan negara Eropa.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait