Kasus pneumonia di seluruh dunia yang terjadi sejak akhir 2019 kemungkinan adalah karena virus corona (COVID-19), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beri perintah ini.
- Ruth Meliana
- Rabu, 06 Mei 2020 - 10:45 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini masih menjadi momok yang begitu menakutkan di dunia. Berdasarkan data dari badan statistik Worldometers hingga Rabu (6/5), telah ada lebih dari 3,7 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia.
Seperti yang diketahui, virus COVID-19 pertama kali muncul dari pasar ikan dan hewan di Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 lalu. Virus ini diteliti menyerang sistem pernapasan manusia dan memiliki berbagai gejala seperti pneumonia.
Kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja menyampaikan jika kasus pneumonia di seluruh dunia sejak akhir 2019 bisa jadi merupakan kasus COVID-19. WHO lantas memerintahkan negara-negara yang terdampak virus corona agar melakukan investigasi dan mengecek kembali kasus-kasus pneumonia yang muncul dalam 5 bulan terakhir.
Perintah itu disampaikan juru bicara WHO Christian Lindmeier dalam rapat PBB di Jenewa, Selasa (5/5). Menurutnya, pengecekan kembali awal mula kasus corona di setiap negara penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan baru tentang wabah corona.
WHO sendiri meminta negara-negara melakukan investigasi setelah belajar dari kasus yang terjadi di Prancis. Rumah Sakit di Prancis melakukan tes ulang terhadap 24 sampel lama pasien pneumonia. Hasilnya, seluruh sampel tersebut menunjukkan adanya virus corona.
Berdasarkan pengetesan Prancis tersebut, satu pasien pneumonia di antaranya ternyata positif COVID-19 sejak 27 Desember 2019 lalu. Padahal, Prancis baru mengumumkan kasus virus corona pertama di negaranya yang=g ditemukan sekitar satu bulan sesudahnya.
Hal serupa juga diyakini terjadi di Eropa. Wabah virus corona diyakini oleh sejumlah ahli telah menyebar ke benua ini sejak Januari 2020 lalu. Oleh sebab itu, WHO mengatakan sangat penting bagi seluruh negara untuk mengecek ulang data-data COVID-19 melalui pasien pneumonia di negara mereka.
Lebih lanjut WHO menyatakan tidak terkejut dengan hasil temuan itu. Namun, investigasi sangat perlu dilakukan agar benar-benar bisa menelusuri asal mula wabah virus corona tersebut muncul.
”Hal ini memberikan gambaran baru menyeluruh tentang semuanya,” ujar Christian Lindmeier dalam rapat PBB di Jenewa, seperti dilansir dari CBC pada Selasa (5/5). “Hasil temuan ini membantu untuk memahami lebih baik tentang potensi sirkulasi COVID-19.”
Meskipun kasus virus corona sudah dibuktikan ada di Prancis sejak Desember, namun para ahli masih meyakini jika wabah ini memang berasal dari Wuhan, Tiongkok. Kasus virus corona yang ditemukan di Prancis ini dipercaya berasal dari kontak dengan orang dari Wuhan pada Desember sebelum virus ini terdeteksi oleh Pemerintah Tiongkok.
(wk/lian)