Beda Pendapat dengan Trump, Pakar Medis AS Klaim Tak Ada Bukti COVID-19 Berasal dari Lab Wuhan
Getty Images
Dunia

Pakar medis AS tersebut mengklaim tidak ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan Presiden Trump bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, Tiongkok.

WowKeren - Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, rupanya terang-terangan menentang pernyataan Presiden Donald Trump soal asal-usul virus corona (COVID-19). Fauci mengklaim tidak ada bukti ilmiah yang mendukung pernyataan Trump bahwa virus tersebut berasal dari sebuah laboratorium di Wuhan, Tiongkok.

Dalam pernyataannya, Fauci menyebutkan kalau virus yang menginfeksi lebih dari 3,7 juta penduduk dunia tersebut kemungkinan berasal dari evolusi virus pada kelelawar, sebagaimana bukti ilmiah yang ada. "Jika Anda melihat evolusi virus pada kelelawar dan apa yang ada di luar sana sekarang, (bukti ilmiah) sangatlah condong ke arah ini," tutur Fauci, seperti dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (6/5).

Fauci menuturkan sangat mengkin bahwa virus corona jenis baru berevolusi di alam, hingga kemudian melompat pada suatu spesies hewan dan akhirnya menular pada manusia. "Tidak mungkin (virus itu) secara artifisial (buatan) diciptakan atau sengaja dimanipulasi," lanjut Fauci dalam sebuah wawancara dengan National Geographic tersebut.

Ini bukan pertama kalinya ia mengoreksi atau menentang klaim Trump mengenai masalah-masalah kesehatan selama pandemi COVID-19. Sebelumnya, Fauci pernah mengungkapkan ketidaksetujuannya dengan pernyataan Trump mengenai waktu yang dibutuhkan dalam pengembangan vaksin.

Di sisi lain, belakangan ini tudingan virus corona berasal dari sebuah laboratorium Institut Virologi di Wuhan ini semakin santer dibicarakan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim kalau dirinya memiliki bukti. Namun, Trump tak mau memberi tahu secara spesifik soal bukti apa yang dia miliki.


Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, juga mengatakan hal serupa pada Senin (4/5). Dia bersikukuh memiliki bukti kuat bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan dan mendukung pernyataan Trump. Meski demikian, Pompeo tidak merinci lebih lanjut soal klaim soal bukti signifikan terkait tuduhan terhadap laboratorium Wuhan itu.

Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Pemerintah Amerika Serikat belum bisa memberikan bukti bahwa virus corona (COVID-19) dibuat di sebuah laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, menyebut pernyataan Pemerintah AS soal sumber virus corona masih bersifat spekulatif.

"Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus," ucap Ryan. "Jadi dari sudut pandang kami ini masih spekulatif," tambahnya.

Sebelumnya, WHO juga pernah menegaskan bahwa virus corona berasal dari hewan yang dijual di pasar tradisional di Wuhan, bukan rekayasa manusia. "Kami berulang kali mendengarkan penjelasan banyak ilmuwan yang melihat urutan virus tersebut. Kami yakin bahwa asal virus ini sangat alamiah," ujar Michael Ryan pada Sabtu (2/5).

Ryan mengatakan, sejumlah pihak perlu memahami bahwa induk dari virus corona tersebut berasal dari hewan ke manusia. Kemudian seiring dengan perkembangannya, virus ini dapat menular antarmanusia. "Tujuan dari pemahaman itu adalah agar kita dapat menerapkan tindakan pencegahan dan kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk mencegah hal itu terjadi lagi di mana saja," ujar Ryan.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait