Houthi Yaman Konfirmasi Kasus Pertama Corona, Seorang Warga Tewas Tanpa Penanganan Khusus
AP
Dunia

Sebelum kasus virus corona pertama di wilayah Houthi diumumkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan kekhawatiran bahwa virus corona dapat tidak terdeteksi di Yaman.

WowKeren - Pihak berwenang di Yaman utara, yakni wilayah yang dikuasai oleh Houthi, baru saja mengonfirmasi kasus pertama virus corona (COVID-19). Dilaporkan bahwa seorang warga Somalia ditemukan meninggal dunia karena infeksi corona di sebuah hotel di ibu kota Sanaa.

"Kami menerima laporan tentang situasi di sebuah hotel (di ibu kota Sanaa) pada hari Minggu dan tim investigasi epidemiologi langsung pergi ke sana, tempat orang yang terkena dampak meninggal," kata Menteri Kesehatan Houthi, Taha al-Mutawakkil kepada Al Masirah TV, seperti dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (6/5).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, warga Somalia itu memiliki penyakit bawaan yakni komplikasi hati dan ginjal. Al-Mutawakkil mengatakan, warga Somalia tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus corona.


Sebelum kasus virus corona pertama di wilayah Houthi diumumkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan kekhawatiran bahwa virus corona dapat tidak terdeteksi di Yaman. Terlebih, negara tersebut mengalami kekurangan gizi akut dengan sistem kesehatan yang memprihatinkan akibat konflik. Gugus tugas virus corona yang berbasis di Aden telah menyuarakan keprihatinan bahwa pejabat Houthi tidak mengakui pandemi virus tersebut di Sanaa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan khawatir bahwa virus tersebut dapat menyebar luas di Yaman, karena penduduknya memiliki tingkat kekebalan paling rendah terhadap penyakit dibandingkan dengan negara lain. Sekitar 80 persen populasi di Yaman bergantung pada bantuan kemanusiaan, dan 10 juta lainnya berisiko kelaparan.

Yaman melaporkan infeksi virus corona pertama pada 10 April dan kini telah mencapai 21 kasus dengan 3 kematian. Kapasitas pengujian virus corona di negara tersebut sangat minim yakni hanya 200 tes per hari.

Yaman sendiri telah lama menjadi titik transit bagi para migran dan pengungsi dari Afrika. Mereka melarikan diri dari negaranya dan berusaha mencapai Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait