Jokowi Tanggapi Ekonomi RI Hanya Bisa Tumbuh 2,97 Persen: Negara Lain Ada Yang Minus
Nasional

Adapun negara yang dijadikan sebagai pembanding oleh Presiden Jokowi salah satunya Tiongkok dengan pertumbuhan ekonomi yang bahkan minus hingga 6,8 persen.

WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi buka suara mengenai pertumbuhan ekonomi RI sebesar 2,97 persen pada kuartal I 2020. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kuartal I tahun sebelumnya sebesar 5,09 persen.

Jokowi menilai meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif baik jika dibandingkan dengan negara lain. "Walaupun hanya tumbuh 2,97 persen tapi dibandingkan dengan negara lain yang telah merilis angka pertumbuhannya kinerja ekonomi negara kita relatif masih baik," kata Jokowi, Rabu (6/5).

Adapun negara yang dijadikan sebagai pembanding oleh Jokowi adalah Tiongkok, Spanyol, Prancis, dan Amerika Serikat. Ia mencontohkan Tiongkok dengan pertumbuhan ekonomi yang bahkan minus hingga 6,8 persen.

"Coba kita lihat beberapa negara yang mengalami kontraksi dan tentu saja kontraksinya tumbuh negatif," kata Jokowi. "China turun dari 6 persen menjadi minus 6,8 persen. Artinya ini yoy (year on year) deltanya 12,8 persen."


Begitu juga dengan AS yang minus 4,8 persen pada kuartal I 2020. "Prancis, deltanya minus 6,25 persen, Hongkong deltanya minus 5,90 persen, Spanyol deltanya minus 5,88 persen, dan Italia deltanya 4,95 persen tumbuh negatif," tambahnya.

Kendati demikian, kepala negara mewaspadai anjloknya indeks manufaktur Indonesia (Purchasing Managers' Index/ PMI). Pada April 2020, PMI manufaktur Indonesia berada di angka 27,5 , yang mana angka ini paling dalam di antara negara-negara ASEAN lainnya.

Angka tersebut mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya, yakni 43,5. Untuk itu, Jokowi memerintahkan jajaran para menteri untuk mencari solusi guna memperbaiki kondisi ini.

"Ini hati-hati mengenai Indeks Manufaktur Indonesia agar dicarikan solusi dan jalan agar kontraksi ini bisa diperbaiki," tutur Kepala Negara. "Untuk itu, saya minta menteri bidang ekonomi perhatikan angka-angka yang saya sampaikan secara detail."

Guna mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, pemerintah juga mendongkrak belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga dengan mempercepat penyaluran bantuan sosial. "Dalam minggu-minggu ini harus dipastikan sudah jalan di lapangan," lanjut Jokowi.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait