2 Sisi Vietnam Hadapi Corona: Sukses Tumbangkan Wabah, 'Ambyar' Dihantam Dampak Ekonomi
Getty Images
Dunia

Vietnam menjadi salah satu negara yang sukses besar dalam mengatasi wabah virus Corona. Namun kini banyak yang menyangsikan bagaimana negara itu bertahan di tengah krisis ekonomi sebagai dampak wabah.

WowKeren - Jika ditanya negara mana yang paling berhasil dalam mengatasi wabah virus Corona, tentu Vietnam menjadi salah satu daerah yang akan disebut. Sebab sejak awal wabah ini berkembang, Vietnam langsung menerapkan berbagai protokol kesehatan yang ketat agar virus tak semakin menyebar.

Buah manis pun didapat dari aksi sigap Vietnam ini. Ketika negara-negara lain masih berjibaku dengan wabah, Vietnam bahkan sudah bersiap memulai kembali kehidupan normalnya.

Sebagai informasi, Vietnam dengan tegas langsung "menutup diri" ketika kasus pertama dikonfirmasi. Berbagai protokol kesehatan seperti memakai masker dan cuci tangan juga terus digalakkan di negara tersebut.

Ketika negara-negara tetangga Vietnam mulai dibuat panik dengan potensi gelombang kedua wabah, Vietnam juga langsung menerapkan kebijakan ketat. Hingga kini pemakaian masker di tempat umum sampai larangan perkumpulan dengan lebih dari 30 orang terus dilakukan.

Alhasil Vietnam tak pernah mencatatkan pasien meninggal akibat COVID-19 di negaranya. Hal ini pun membuat Kidong Park, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Vietnam, memberikan pujian selangit atas kesigapan negara dalam menghadapi krisis.


Namun di balik berbagai prestasi Vietnam di bidang kesehatan ini, ada sisi lain yang patut diperhatikan juga. Park sendiri secara spesifik mengingatkan dampak ekonomi yang mesti dihadapi Vietnam akibat kebijakan-kebijakan ketat.

Banyak tempat-tempat usaha seperti restoran dan bar yang harus tutup, bahkan pemiliknya mengaku tak bisa kembali membangun bisnisnya karena aset yang dimiliki sudah habis ketika di-lockdown. Belum lagi Vietnam bergantung pada aspek pariwisata untuk membangun perekonomiannya, sedangkan saat ini sektor tersebut tak bisa diandalkan karena sangat terpukul oleh wabah Corona.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) mencatat ada 10 juta penduduk Vietnam yang kehilangan pekerjaannya. Pertumbuhan ekonomi Vietnam juga diprediksi menurun drastis, dari 7% ke 2,7%.

"Banyak anak dan keluarga kelaparan yang kami temui selama krisis ini, dan sekarang mereka akan menghadapi titik akhirnya," ujar Pejabat Blue Dragon Children's Foundation, Skye Maconachie, dilansir The Guardian, Rabu (6/5). "Kondisi ini menyebabkan peluang terjadinya penjualan manusia hingga eksploitasi buruh akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan."

Namun ahli ekonomi Nguyen Van Trang meyakini Vietnam bisa mengatasi krisis ekonomi yang terjadi. "Mental mereka kuat. Mereka sudah pernah bertahan di tengah Perang Vietnam, mereka bisa kembali ke kondisi semula secepat mungkin," pungkas Nguyen.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait