Seorang blogger kesehatan membagikan "rahasia" agar tetap sehat di tengah pandemi adalah dengan mengonsumsi sperma. Hal ini tentu mengundang kontroversi, sehingga seorang dokter pun memberikan penjelasan berikut.
- Nidya Putri
- Kamis, 07 Mei 2020 - 14:12 WIB
WowKeren - Di tengah wabah corona, berbagai cara dilakukan orang-orang demi menjaga daya tahan tubuh. Mulai dari rutin berolahraga, mengkonsumsi suplemen juga bisa menjadi solusi untuk menjaga sistem imun tubuh tetap baik.
Namun, hal berbeda justru dilakukan oleh seorang blogger kesehatan ini. Adalah Tracey Kiss (32) yang "nekat" mengonsumsi sperma untuk menjaga kesehatan dan mengalahkan virus corona.
Tracey bahkan mengaku telah mengkonsumsi sperma selama tiga tahun terakhir demi menjaga kesehatan. Dalam kurun waktu tersebut, ia mengaku tidak pernah sakit. Menurutnya, sperma adalah cairan kaya akan multivitamin alami yang bisa didapatkan secara gratis.
Sperma terdiri dari beberapa kandungan seperti vitamin C, kalsium, dan magnesium, katanya. Tak tanggung-tanggung, berkat konsumsi sperma ia mengklaim tidak akan tertular virus corona.
Ia bahkan menyarankan agar orang-orang mengkonsumsinya untuk tetap sehat selama pandemi berlangsung. “Ini bukan untuk semua orang, tetapi sperma dikemas penuh dengan vitamin, dan saya belum pernah pilek atau flu sejak meminum sperma pada tahun 2017," ujarnya dilansir The Sun, Kamis (7/5). "Saya juga memakainya di wajah untuk membersihkan kulit. Kemurniannya luar biasa."
Adapun Tracey mendapatkan stok sperma dari pacarnya. Ia mengkonsumsi sperma setidaknya lima kali dalam seminggu.
Sperma yang diperolehnya tersebut biasanya disimpan di dalam lemari pendingin untuk dikonsumsi besoknya. “Ini bagian dari hal yang lazim dalam hidup saya, karena sperma mengandung nutrisi, vitamin, dan mineral,” ungkapnya.
Pernyataan Tracey tersebut tentunya menuai kontroversi dan memancing banyak dokter untuk menentangnya, salah satunya dr Sarah Jarvis. “Ini sangat mengkhawatirkan. Ada ratusan mitos di luar sana tentang bagaimana melindungi diri Anda dari COVID-19. Kebanyakan dari mereka persis seperti itu (Tracey),” ujar Sarah.
Dokter Jarvis kemudian menjelaskan gagasan tentang konsumsi sperma bisa mencegah virus corona sangat tidak berdasar dan belum dikaji secara ilmiah. Apa yang dilakukan Tracey merupakan hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali.
Alih-alih menyehatkan, konsumsi sperma dari banyak donor justru meningkatkan risiko terkena penyakit menular. Bahkan ketika seseorang mengetahui riwayat seksual dari orang yang mendonorkan sperma, hal ini tetap tidak bisa dibenarkan.
Adapun cara-cara yang bisa melindungi diri dari paparan COVID-19 adalah dengan mencuci tangan dengan benar, menggunakan hand sanitizer ketika sabun atau air tidak tersedia, dan menghindari kontak dengan orang lain. "Tolong jangan dengarkan omong kosong lain,” pesan dr Jarvis.
(wk/nidy)