Enam perwira polisi senior di enam negara bagian mengatakan, lusinan polisi di wilayah hukum mereka mengajukan cuti sakit karena khawatir tertular COVID-19.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 08 Mei 2020 - 12:28 WIB
WowKeren - Ratusan polisi di India dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID19) usai menjalani tes dalam waktu beberapa hari terakhir. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran di antara petugas keamanan yang harus mendisiplinkan warga di tengah penggalakan aturan lockdown.
India telah mengerahkan sebanyak 3 juta personel polisi untuk mendukung kebijakan lockdown Mereka bertugas memastikan agar 1,3 miliar penduduk India tidak pergi keluar rumah. Dalam tayangan TV di awal krisis menunjukkan polisi memukuli pekerja migran ketika mereka mencoba naik bus kota untuk mencapai desa.
Seperti diketahui, India telah menerapkan lockdown sejak 25 Maret lalu. Negara ini mengkonfirmasi sebanyak 50 ribu kasus COVID-19 dengan total kematian sekitar 1.694 jiwa.
Seorang perwira senior di negara bagian barat Maharashtra mengatakan, jumlah kasus hampir dua kali lipat di kepolisian pada pekan lalu. Yang mana, negara bagian ini melaporkan Seorang perwira senior di negara bagian barat Maharashtra mengatakan, jumlah kasus hampir dua kali lipat di kepolisian pada pekan lalu.
Ratusan personel polisi dinyatakan positif corona. Beberapa dari mereka ada yang meninggal dunia. "Lebih dari 450 orang dari kepolisian negara sekarang telah dinyatakan positif dan empat meninggal karena virus," kata petugas itu dilansir Reuters, Jumat (8/5).
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Anil Deshmukh menuturkan jika ruang kontrol sedang disiapkan khusus untuk menangani masalah kesehatan yang dihadapi oleh polisi di Maharashtra. Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di negara bagian lainnya.
Laporan terbaru menyatakan, enam perwira polisi senior di setidaknya enam negara bagian mengatakan, lusinan polisi di wilayah hukum mereka mengajukan cuti sakit. Mereka khawatir akan ancaman tertular COVID-19. Seorang polisi di Mumbai bahkan menyebutkan jika mendisiplinkan orang-orang di wilayah yang terkena dampak corona menjadi lebih berbahaya ketimbang berperang melawan kejahatan.
"Patroli dan pengendalian massa di daerah yang terkena dampak COVID-19 menjadi lebih berbahaya daripada memerangi para penjahat," kata Salunkhe. "Setidaknya dalam kasus-kasus itu kita bisa melihat musuh."
(wk/zodi)