'Sentil' Pemerintah AS, Elon Musk Sebut Pandemi Corona Jadi Latihan Bagi Wabah Virus Berikutnya
Dunia

Pendiri sekaligus CEO SpaceX dan Tesla Motors Elon Musk menilai penangan wabah corona oleh Pemerintah Amerika Serikat saat ini bisa menjadi latihan untuk wabah mematikan di kemudian hari.

WowKeren - Pendiri sekaligus CEO SpaceX dan Tesla Motors Elon Musk turut menyoroti Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam menangani persoalan wabah corona (COVID-19). Ia menilai apa yang dilakukan Pemerintah AS saat ini sebagai latihan untuk menghadapi pandemi virus berikutnya yang lebih mematikan.

"Pada titik tertentu mungkin akan ada pandemi dengan tingkat kematian yang tinggi, sesuatu yang membunuh banyak orang berusia 20 tahun, katakanlah," kata Musk dalam wawancara di podcast komedian Joe Rogan dikutip dari CNBC, Jumat (8/5). "Ini semacam latihan untuk sesuatu yang di masa depan mungkin memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi."

Musk percaya bahwa tingkat kematian COVID-19 lebih rendah dari perkiraan. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Maret 2020 mengatakan bahwa tingkat kematian akibat virus corona secara global sebesar 3,4%.

Selain itu, Musk juga mengatakan pandemi virus corona saat ini tidak banyak menyerang orang berusia muda. Pernyataan ini tidak sejalan dengan peringatan dari WHO yang mengatakan lebih banyak anak muda yang sakit dan meninggal dunia karena virus corona.


Executive Director WHO, Mike Ryan mengatakan salah bagi publik untuk mengira bahwa virus corona hanya menimbulkan masalah serius bagi orang berusia lanjut atau orang dengan penyakit kronis.

Perlu diketahui, Musk merupakan salah satu orang yang vokal mengkritisi kebijakan pemerintah AS dalam menangani pandemi yang telah membunuh lebih dari 70.000 orang di AS. Ia juga mengatakan kebijakan lockdown di AS merupakan sesuatu yang fasis dan meminta otoritas untuk mengangkat kebijakan tersebut.

Meski begitu, pria berusia 48 tahun tersebut tetap melihat sisi positif dari pandemi ini. Musk mengatakan setelah pandemi ini selesai manusia akan memiliki kebiasaan yang lebih sehat seperti rajin mencuci tangan dan sering menggunakan masker. Seiring dengan pemahaman terhadap virus yang terus meningkat juga akan mendorong dihasilkannya vaksin dan obat untuk melawannya.

Sementara itu, menurut data worldofmeters, hingga hari ini (9/5) Amerika Serikat telah mencatat kasus virus corona sebanyak 1.322.154. Dengan korban meninggal sebanyak 78.616 orang dan yang sembuh sebanyak 223.749.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait