Keduanya disebut sudah berpacaran selama bertahun-tahun, dan melangsungkan pertunangan beberapa bulan lalu. Pernikahan sudah direncanakan bakal digelar April, namun terhalang kebijakan lockdown.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 11 Mei 2020 - 11:14 WIB
WowKeren - India diketahui telah mengumumkan kebijakan lockdown total demi menekan laju penyebaran virus corona (COVID-19). Namun sebagai imbas dari kebijakan ini, pasangan di India dilaporkan bunuh diri setelah mereka tertekan akibat pernikahan yang harus ditunda karena adanya lockdown tersebut.
Mengutip dari Kompas.com, insiden memilukan itu muncul di Telangana. Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa jenazah pasangan yang masing-masing berusia 22 serta 20 tahun itu ditemukan di lapangan dekat tempat mereka tinggal.
Keduanya disebut sudah berpacaran selama bertahun-tahun, dan melangsungkan pertunangan beberapa bulan lalu. Pernikahan sudah direncanakan bakal digelar April. Namun karena Telangana terkena lockdown, kedua keluarga memutuskan untuk menunda acara sakral tersebut.
Namun rupanya, penundaan itu membuat mereka kecewa. Keduanya dilaporkan merasa tertekan setelah Telangana memperpanjang masa karantina wilayah mereka. "Keluarga menyatakan, korban mengambil langkah ekstrem itu karena tidak mendapat kejelasan mengenai kapan mereka akan menikah," kata sumber dari kepolisian.
Sumber itu menerangkan, jenazah mereka berdua ditemukan di lapangan, dan dibawa ke rumah sakit di Utnoor untuk diotopsi. Kepolisian menyatakan, mereka mendaftarkan kasus ini sebagai kematian tidak wajar, dan bakal segera menggelar penyelidikan.
Diketahui, pemerintah India memang sudah menerapkan aturan mengenai pembatasan berapa orang yang bisa hadir dalam perkawinan. Aturan tersebut juga berlaku untuk pemakaman, guna memastikan pelayat tidak berjubel sembari mematuhi aturan pembatasan sosial.
Sebagai informasi tambahan, India sendiri mulai memberlakukan kebijakan lockdown nasional sejak akhir Maret lalu, dengan penduduk diizinkan meninggalkan rumah mereka hanya untuk layanan penting seperti membeli bahan makanan dan obat-obatan. Aturan ini terus diperpanjang oleh Perdana Menteri Narendra Modi lantaran jumlah kasus COVID-19 di India belum juga mengalami penurunan.
Sementara itu, hingga kini India sendiri telah mencatatkan 67,161 kasus positif COVID-19. Dari angka tersebut, 2,212 pasien dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 20,969 lainnya dikonfirmasi sembuh. Saat ini, India memiliki kasus aktif corona sebanyak 43,980 pasien.
(wk/luth)