Tuduhan Washington terhadap Tiongkok memberi ruang bagi Beijing untuk berargumen bahwa permintaan Australia terkait penyelidikan asal virus corona adalah bagian dari agenda yang dipimpin AS.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 11 Mei 2020 - 11:38 WIB
WowKeren - Para pejabat Australia frustrasi karena keinginan mereka untuk penyelidikan tentang asal-usul virus corona "dirusak" oleh Gedung Putih.
Seperti yang diketahui, mereka sedang berusaha menghubungkan wabah itu dengan laboratorium Wuhan di Tiongkok. Tuduhan Washington terhadap Tiongkok telah memberi ruang bagi Beijing untuk berargumen bahwa permintaan Australia untuk penyelidikan independen adalah bagian dari agenda yang dipimpin AS untuk menyalahkan mereka atas wabah COVID-19.
Dikutip dari The Jakarta Post pada Senin (11/5), Australia kini dilaporkan merasa terperangkap dalam pertikaian diplomatik antara Washington yang bersitegang dengan Beijing. Menteri Perdagangan Australia, Simon Birmingham, mengatakan, "Kami tidak melakukan ini (penyelidikan) sebagai semacam anjing piaraan Amerika Serikat."
"Anda akan melihat ada beberapa perbedaan mencolok antara beberapa hal yang telah dikatakan Pemerintah Australia dan beberapa pernyataan yang keluar dari Amerika Serikat," lanjutnya.
"Itu karena kami mengambil analisis kami sendiri, bukti kami sendiri, saran kami sendiri dan kami akan membawa masalah ini ke Majelis Kesehatan Dunia," tambahnya.
Belum lama ini pemerintah Australia memang secara konstan menyerukan penyelidikan terhadap virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga dituntut karena dugaan kurang sigap dalam menangani pandemi.
Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan, penyelidikan independen dilakukan untuk kepentingan Australia dan dunia. "Kami telah melihat 3 juta orang terinfeksi dan lebih dari 200 ribu nyawa hilang sehingga tentu saja harus ada tinjauan independen," katanya.
"Untuk memiliki peristiwa global besar yang dahsyat dan tidak meninjau kembali akan tampak sangat aneh dan sangat aneh dan akhirnya kita harus mengambil langkah-langkah yang tidak hanya untuk kepentingan Australia, tetapi untuk kepentingan kemanusiaan bersama," ujar Hunt.
Tak berapa setelah pernyataan Australia yang ingin melakukan penyelidikan independen ke laboratorium di Wuhan tersebut, Amerika Serikat rupanya juga turut menyerukan aksi serupa, hingga Tiongkok merasa geram karena menganggap mereka menjadi sasaran tuduhan tak berdasar.
Sebagai informasi tambahan, sejumlah negara di dunia memang beramai-ramai menuding Tiongkok tidak transparan soal data virus corona. Akan tetapi, Tiongkok dengan tegas membantah semua tudingan tersebut. "Tiongkok menentang pembuatan dan penyebaran disinformasi oleh siapa pun dan organisasi apa pun. Tiongkok adalah korban disinformasi, bukan penggagas," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, seperti dikutip dari CNBC.
Geng Shuang juga menegaskan tak ada bukti konklusif bahwa virus corona berasal dari Tiongkok. Dia memperingatkan, manuver politik di balik seruan untuk melakukan penyelidikan independen terhadap asal-usul virus tidak akan berhasil. Geng Shuang juga mengatakan bahwa negaranya telah memberikan informasi yang tepat waktu kepada dunia dan aktif bekerja sama dengan yang lain.
(wk/luth)