Presiden Akufo-Addo memaparkan bahwa seorang pekerja dari sebuah pabrik pengolahan ikan di kota Tema telah menularkan COVID-19 pada ratusan pekerja lain, namun tak ada rincian lebih lanjut.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 11 Mei 2020 - 14:52 WIB
WowKeren - Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo, pada hari Minggu (10/5) waktu setempat mengatakan bahwa seorang pekerja di pabrik pengolah ikan di Kota Tema yang postif terjangkit virus corona (COVID-19) telah menginfeksi 533 pekerja lainnya.
Otoritas kesehatan Ghana melaporkan penyebaran wabah di pabrik pengolahan ikan tersebut pada Jumat (8/5) malam, tetapi tidak memberikan perincian labih lanjut. "533 orang terinfeksi oleh satu orang," kata Presiden Akufo-Addo seperti dikutip dari CNBC pada Senin (11/5).
Akufo-Addo tidak memberikan perincian tentang bagaimana virus corona menyebar di pabrik itu atau tindakan pengamanan yang telah dilakukan. Presiden tersebut hanya menyebutkan ada 533 kasus, yang mewakili sekitar 11,3% dari total infeksi di Ghana, yang sekaligus menjadi bagian dari total sekitar 921 kasus yang terjadi dari tanggal 26 April hingga kasus yang baru-baru ini dilaporkan.
Kasus baru menambah jumlah kumulatif di Ghana menjadi lebih dari 4,200 hingga Minggu malam, yang merupakan jumlah infeksi tertinggi di Afrika Barat. Kasus-kasus baru mendorong total kasus virus corona di Ghana, sejak pertama kali melaporkan kasus pada pertengahan Maret lalu, menjadi 4,263 hingga Minggu (10/5) malam waktu setempat.
Presiden mengatakan 22 orang meninggal akibat COVID-19 sementara 494 pasien dinyatakan sembuh. Dengan 160,501 tes sejak terjadinya wabah pada pertengahan Maret, Akufo-Addo mengklaim Ghana telah melakukan lebih banyak tes per juta orang dibandingkan dengan negara-negara lain lain di Afrika.
"Penerapan strategi pelacakan, pengujian dan pengobatan kami merupakan cara kami yang paling pasti untuk mengusir virus corona," kata Akufo-Addo.
Sang Presiden juga mengumumkan bahwa larangan pertemuan publik diperpanjang hingga akhir Mei sedangkan sekolah dan universitas masih ditutup. Akufo-Addo melonggarkan penguncian di dua kota besar Ghana, Accra and Kumasi, pada 19 April di tengah kekhawatiran soal dampak berkepanjangan yang ditimbulkan karantina wilayah tersebut pada ekonomi.
(wk/luth)