Analisis dari Badan Kesehatan AS (CDC) terkait ketidakefektifan screening COVID-19 di bandara diterbitkan setelah Gedung Putih dilaporkan berusaha keras membuka kembali industri penerbangan.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 12 Mei 2020 - 16:44 WIB
WowKeren - Badan Kesehatan Amerika Serikat alias Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengklaim bahwa proses screening virus corona (COVID-19) pada penumpang di bandara sama sekali tak efektif dan sia-sia. Mereka menyebut para penumpang dapat menularkan virus tanpa menunjukkan gejala apapun.
Analisis oleh CDC ini diterbitkan beberapa hari setelah laporan berita bahwa Gedung Putih berusaha keras membuka kembali industri penerbangan. Disebutkan pula bahwa pejabat CDC mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mempertimbangkan kembali prosedur pemeriksaan suhu tubuh sebagai screening awal corona.
Menurut laporan USA Today, Gedung Putih memang sedang berusaha untuk menghidupkan kembali kebijakan pemeriksaan wisatawan dengan prosedur pemindaian termal di 20 bandara AS. Kepala staf Trump, Mark Meadows, mengatakan upaya itu akan berhasil dan mampu membuat wisatawan merasa aman saat bertandang ke AS.
Tetapi Martin Cetron, direktur CDC untuk mitigasi dan karantina global, sama sekali tak menyetujui wacana tersebut. "Pemindaian termal seperti yang diusulkan adalah strategi kontrol dan deteksi yang dirancang dengan buruk karena kami telah belajar dengan sangat jelas," tulisnya dalam email ke pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri. "Kita harus memusatkan sumber daya CDC kita di mana ada dampak dan kemungkinan keberhasilan misi."
AS sendiri diketahui mulai melakukan screening pada penumpang di bandara yang tiba dari Tiongkok pada 3 Februari lalu. Petugas bandara menanyai para penumpang tentang kemungkinan gejala dan menggunakan pemindai termal untuk mengukur suhu tubuh. Karena sebagian besar kasus awal di AS berasal dari Pantai Barat, laporan CDC berfokus pada upaya penyaringan di California.
Mereka memeriksa sekitar 12 ribu penumpang antara 3 Februari dan 17 Maret, serta memberikan petunjuk tentang pemantauan mandiri. Tetapi hanya tiga penumpang yang dinyatakan memiliki gejala dari 26,182 pasien positif COVID-19 yang dilaporkan ke California pada 15 April. Ini menunjukkan upaya screening bandara hanyalah sia-sia semata.
"Manfaat screening untuk deteksi kasus di bandara mungkin terbatas untuk penyakit pernapasan dengan potensi penularan presimptomatik dan asimptomatik, seperti COVID-19," catat pejabat CDC dalam laporan tersebut.
Sebaliknya, screening bandara untuk Ebola selama pandemi tersebut mewabah pada 2014-2015 dinilai jauh lebih efektif karena penyakit tersebut memiliki manifestasi klinis yang jelas, menular hanya setelah timbulnya gejala, dan sejumlah kecil wisatawan yang membutuhkan pemantauan.
(wk/luth)