PM Selandia Baru Tetap Nekat Gelar Pemilu Meski Kasus Anyar COVID-19 Kembali Muncul
Getty Images
Dunia

Komisi Pemilihan Umum Selandia Baru dilaporkan telah merancang protokol keselamatan untuk tetap menggelar pemilihan umum yang direncanakan berlangsung pada September 2020 nanti.

WowKeren - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengumumkan pemilihan umum akan tetap berlangsung pada 19 September mendatang. Meskipun negaranya turut dihantam wabah virus corona (COVID-19), namun Ardern pun berulang kali mengatakan tidak akan mengubah tanggal pemilihan umum.

Dikutip dari CNN pada Rabu (13/5), Komisi Pemilihan Umum Selandia Baru merancang protokol keselamatan untuk tetap menggelar pemilihan umum yang direncanakan berlangsung pada September 2020, di tengah ancaman wabah virus corona. Bersamaan dengan rencana pencabutan lockdown dalam beberapa hari mendatang, komisi pemilihan umum menyatakan telah mengadakan diskusi dengan otoritas kesehatan tentang tata cara pemilihan yang aman.

"Pemilihan tahun ini akan berbeda karena COVID-19, serangkaian tindakan akan dilakukan untuk menjaga keamanan banyak orang," sebut keterangan komisi pemilihan umum Selandia Baru.

Kepala komisi pemilihan umum Alicia Wright mengatakan beragam antisipasi mulai dari antrean, jarak fisik, pembersih tangan, dan alat pelindung menjadi bagian dalam langkah pengamanan dan keselamatan. Para pemilik hak suara kelak akan didorong untuk memajukan waktu pemilihan. Selain itu pemilihan melalui pos juga akan dianjurkan.

Pedoman pemilu tersebut tidak mencakup kegiatan lain seperti kampanye maupun demonstrasi partai, namun diyakini kegiatan tersebut bakal menyesuaikan dengan keadaan di tengah pandemi virus corona.

Sementara itu, Selandia Baru sendiri memang dianggap mampu menangani pandemi virus corona dengan sangat baik. Sejauh ini, negara tersebut mencatatkan sebanyak 1,497 kasus dengan korban meninggal sebanyak 21 jiwa, meskipun sejumlah kasus baru masih ditemukan.


Selandia Baru sendiri menerapkan kebijakan lockdown ke level 2 setelah kasus infeksi terus menurun selama beberapa pekan terakhir. Hampir lima pekan negara itu berada di pembatasan maksimal Level Empat yaitu hanya layanan penting saja yang diizinkan beroperasi. Selanjutnya pembatasan Level Tiga mulai diberlakukan pada 28 April lalu. Hal tersebut memungkinkan beberapa bisnis seperti outlet makanan cepat saji dan sekolah kembali dibuka.

Lockdown level 2 ini membuat siswa dapat kembali sekolah dan karyawan dapat kembali ke kantor. Mal-mal, cafe, salon, dan bisnis jasa lainnya dapat kembali dibuka tapi perbatasan tetap ditutup kecuali bagi warga Selandia Baru yang ingin pulang.

Namun sejak bulan lalu, Jacinda Ardern memang telah memperingatkan bahwa tidak ada kepastian kapan penularan virus corona dapat dihilangkan yang memungkinkan kehidupan kembali normal. "Semua orang ingin mengembalikan hubungan sosial yang kita semua lewatkan, tapi untuk melakukannya dengan percaya diri kita perlu bergerak perlahan dan berhati-hati," katanya.

"Saya tidak akan mengambil risiko atas kesehatan masyarakat Selandia Baru. Jadi jika kita butuh tetap (berada) di Level Tiga, maka kami akan melakukannya," lanjutnya menambahkan.

Di sisi lain, pemerintah Selandia Baru akan mengungkapkan anggaran tahunan pada Kamis (14/5). Mereka telah memperingatkan negara itu akan mengalami defisit fiskal selama bertahun-tahun sementara level utang naik di atas target yang diperkirakan sebelumnya karena banyak pengeluaran untuk mendukung perekonomian.

Sebagai informasi tambahan, Jacinda Ardern sendiri memang bisa dibilang selalu menuai sorotan internasional berkat etos kerjanya sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Selain dianggap tangkas menekan angka penyebaran virus corona di negaranya, Ardern juga menuai pujian lantaran tak segan memotong 20 persen gajinya untuk membantu perekonominan Selandia Baru di tengah COVID-19.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait