Sejumlah negara di Eropa akan melonggarkan lockdown-nya. Selain itu, untuk menyelamatkan jutaan pekerja di bidang pariwisata rencananya negara di Eropa akan membuka kembali pariwisata musim panas.
- Nidya Putri
- Kamis, 14 Mei 2020 - 11:21 WIB
WowKeren - Sejumlah negara di Eropa mulai melonggarkan lockdown dan berencana akan membuka pariwisata di musim panas. Padahal virus corona masih berkembang di Eropa.
Dikutip dari AFP, Rabu (13/5), Inggris mengikuti Prancis, Italia dan Spanyol dalam melakukan pelonggaran lockdown. Namun di Inggris para pekerja dibolehkan kembali untuk bekerja bagi mereka yang tidak bisa melakukan secara jarak jauh.
Sementara Austria mengatakan perbatasan dengan Jerman akan dibuka kembali pada pertengahan Juni. Sedangkan Berlin berencana akan mengakhiri pemeriksaan virus Corona di perbatasan negaranya dalam waktu satu bulan ke depan.
Keputusan untuk membuka kembali pariwisata musim panas secara bertahap ini adalah demi menyelamatkan jutaan pekerja di bidang pariwisata. Namun untuk mencegah penularan COVID-19, protokol kesehatan akan ditetapkan seperti menggunakan masker pada transportasi umum.
"Hari ini akan menjadi pedoman dan peluang yang lebih baik bagi banyak orang Eropa yang mata pencariannya bergantung pada pariwisata di musim panas," kata Wakil Presiden Eksekutif Komisi Uni Eropa, Margrethe Vesragar kepada wartawan. "Dan tentu saja bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan di musim panas ini."
Di Prancis sendiri sebagai tanda bahwa pemerintah siap untuk membuka wisata di liburan musim panas, beberapa pantai telah dibuka kembali pada Rabu (13/5) waktu setempat. Namun, pantai tersebut dibuka hanya untuk berenang dan memancing sedangkan kegiatan berjemur masih tetap dilarang.
Sementara itu, jumlah kematian di Eropa akibat virus corona hingga 13 Mei 2020, tercatat lebih dari 160.000 orang. Dilansir AFP, total 160.455 orang meninggal akibat terinfeksi virus corona di Eropa.
Hampir tiga perempat kematian paling banyak ada di Inggris, Italia, Spanyol dan Prancis. Sementara hingga saat ini lebih dari 1,5 juta penduduk telah terinfeksi COVID-19 di Eropa. Dengan total 1.798.209 kasus positif.
(wk/nidy)