Direktur Utama RSUD dr Soetomo Dokter Joni Wahyudi menuturkan total ada sekitar 39 pasien yang datang ke IGD RSUD dr Soetomo sejak Sabtu sore hingga malam.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 18 Mei 2020 - 08:58 WIB
WowKeren - RSUD dr Soetomo Surabaya buka suara mengenai kabar jika Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah tak lagi menerima pasien. Direktur Utama RSUD dr Soetomo Dokter Joni Wahyudi menegaskan jika kabar tersebut sama sekali tidak benar.
Joni membenarkan jika IGD RSUD dr Soetomo memang sempat tidak menerima pasien untuk sementara waktu. Hal itu lantaran masih ada sejumlah pasien yang diduga terjangkit corona belum masuk ke ruang isolasi.
"Ini fenomena menarik tentang sistem rujukan," kata Joni di Gedung Grahadi Surabaya, Minggu (17/5). "Jadi tadi malam (Sabtu 16 Mei), yang terjadi di Soetomo, saya tahu persis, ada kedatangan pasien dengan (dugaan) COVID-19 yang cukup banyak."
Ia menuturkan total ada sekitar 39 pasien yang datang ke IGD RSUD dr Soetomo sejak Sabtu sore hingga malam. Sebagian dari mereka ada yang datang mandiri dan ada yang dibawa dengan menggunakan ambulans.
"Sebagian dibawa tim KMS 112 (command center Pemkot Surabaya) tanpa komunikasi dengan call center di Soetomo," lanjut Joni. "Pasien dibawa begitu saja, ditaruh di IGD, terus ditinggal."
Hal ini berbuntut pada Minggu pagi dimana masih ada 35 pasien di IGD yang belum masuk ruang isolasi, dimana di jam tersebut seharusnya dilakukan disinfeksi ruangan.
Joni menegaskan hal ini terjadi karena rujukan pasien tidak melalui komunikasi sebelumnya. Alhasil, petugas yang ada pun kerepotan saat akan menempatkan pasien tersebut agar tidak menulari yang lain.
"Jadi, yang seperti itu (merujuk pasien tanpa komunikasi) menyebabkan petugas kerepotan menempatkan mereka di mana,"jelas Joni. "Supaya tidak menular ke tempat lain. Kawan di IGD pun meminta jeda waktu."
Dilansir dari Suara Surabaya, Senin (18/5), sebuah pemberitahuan kertas ditempel di atas kaca pintu masuk IGD. Pemberitahuan tersebut menyebutkan jika untuk sementara waktu IGD tidak menerima pasien baru karena masih ada pasien COVID-19 belum dapat kamar.
(wk/zodi)