Alasan utama masih ramainya Pasar Tanah Abang adalah dinilai karena faktor pembeli. Sebab, adanya pembeli membuat pedagang tergoda untuk membuka kios mereka.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 19 Mei 2020 - 09:15 WIB
WowKeren - Suasana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seolah belum terlihat di Pasar Tanah Abang. Menjelang lebaran, kondisi pasar dipadati oleh pengunjung.
Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penertiban kepada kios-kios yang masih nekat membuka toko mereka. Penindakan ini akan terus dilakukan hingga PSBB usai.
"Sampai lebaran dan hingga PSBB usai," kata Yasin dilansir Kompas, Selasa (19/5). "Meski belum maksimal kami upayakan terus untuk tetap melakukan penindakan."
Yassin tidak memungkiri jika selama melakukan sidak pihaknya merasa kewalahan meskipun sudah menerjunkan 60 personel Satpol PP. Jumlah pedagang yang menjamur di Pasar Abang diperkirakan mencapai ratusan.
Yassin menuturkan jika alasan utama masih ramainya Pasar Tanah Abang adalah faktor pembeli. Sebab, adanya pembeli membuat pedagang tergoda untuk membuka kios mereka. Sehingga jika tidak ada pembeli maka pedagang juga seharusnya bisa sepi.
"Sebenarnya pembeli yang datang itu penyebabnya. Kalau tidak ada pembeli, para pedagang juga sepi," tutur Yassin. "Sekarang pembeli berdatangan ya pedagang pada buka."
Adapun kondisi Pasar Abang yang sudah dipadati oleh pengunjung terjadi sejak Rabuk (13.5). Lalu lima hari setelahnya, jumlah pengunjung makin meningkat. Hari demi hari jumlah pengunjung kian meningkat.
"Mulai buka itu mulai 5 hari yang lalu, puncaknya itu hari Sabtu kemarin sudah mulai ramai," jelas Yassin. "Minggu mulai meledak, hari ini juga begitu."
Para pembeli tersebut berasal dari berbagai daerah seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang. Saat melakukan penertiban, Yassin memastikan jika Satpol PP tidak melakukan aksi penyitaan terhadap para pedagang. Sebab pada dasarnya, ia paham jika para pedagang itu berjualan karena terpaksa, untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga ia pun tidak ingin jika pedagang terlalu merugi.
"Pengunjung dan pedagang kita (catat di) berita acara pemeriksaan (BAP) namun memang kalau perlawanan tidak ada," lanjut Yassin menjelaskan. "Karena mereka (pedagang) sebenarnya sadar dan tahu (akan peraturan) tapi memang terpaksa berjualan begitu."
(wk/zodi)